Mahasiswa UMP Heboh, Ditemukan Sosok Mayat Penjaga Malam di Gedung Auditorium Muhammadiyah Plaju

oleh -338 views

Tim identifikasi Polresta Palembang saat melakukan olah TKP  ditemukannya mayat Abdus Somad, Senin (21/5).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Aktivitas perkuliahan di Lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Jalan A Yani Palembang mendadak heboh. Pasalnya  di lingkungan sekitar mereka ditemukan sesosok mayat laki-laki yang dalam keadaan sudah membusuk di sebuah gedung Auditorium Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel.

Mayat laki-laki tersebut diketahui bernama Abdus Somad (70) warga Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin yang kesehariannya merupakan penjaga malam di gedung auditorium Muhammadiyah yang berada satu lingkungan dengan Universitas Muhammadiyah Palembang. Abdus Somad juga merupakan anggota senior Hizbul Wathan Sumsel.

Mayat korban yang diduga telah meregang nyawa lebih dari tiga hari ini ditemukan di dalam ruang auditorium yang memang sudah hampir kurun waktu satu tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya. Jasad korban ini pertama kali ditemukan oleh rekan seprofesi korban yakni Arifin (40), Senin (21/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA =  TERNYATA INI DAFTAR 42 PROYEK PENYUMBANG US$43,3 MILIAR INVESTASI HULU MIGAS

Menurut Arifin, awalnya dirinya hendak mengembalikan pakaian ke dalam auditorium yang juga merupakan kantor sekretariat Pencak Silat Perguruan Tapak Suci Muhammadiyah. Nah, baru sampai di depan pintu dia mencium bau busuk yang menyengat hidung. “Waktu itu saya langsung memanggil petugas kebersihan dan minta mereka buat membersihkan ruang auditorium tersebut ,” ungkap Arifin yang sekaligus berprofesi sebagai guru silat di perguruan pencak silat Tapak Suci ini.

Tapi, setelah dibersihkan nyatanya bau menyengat masih juga tercium dan dirinya beriniatif naik ke lantai dua gedung tersebut dan menuju ruang sekretariat HW Sumsel. Di tempat inilah biasanya korban sering tidur dan Arifin melihat ada genangan air yang keluar dari tempat tidur korban.
Kian penasaran, Arifin pun mencoba memanggil-manggil dari luar pintu ruangan namun tak kunjung mendapatkan jawaban.            Betapa terkejutnya Arifin sewaktu membuka pintu ruangan sekretariat mendapati korban sudah terbujur kaku dalam posisi terlentang. “Saya hanya melihat setengah badan Pak. Setelah itu saya  berinisiatif memanggil atasan memberitahukan penemuan korban yang sudah tidak bernyawa tersebut,” katanya.

BACA JUGA =  KKKS Sumbagsel Raih Proper Emas, Penghargaan Tertinggi KLHK di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Tanggung Jawab Sosial

Arifin pun menambahkan, sehari-hari korban memang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan bertugas sebagai keamanan gedung. “Kemungkinan dari hari Sabtu, karena sudah tidak terlihat lagi,” jelasnya.

Lalu tak beberapa lama kemudian datang petugas SPKT Polresta Palembang dipimpin Ka SPK Ipda Riduansyah beserta tim identifikasi Polresta Palembang mengambil sidik jari korban dan langsung membawa mayat korban ke RS Bhayangkara Polda Sumsel. KA SPKT Polresta Palembang Ipda Riduansyah membenarkan adanya penemuan mayat itu. “Setelah menerima laporan warga, kita langsung mendatangi lokasi dan membawa jasad ke RS Bhayangkara Palembang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, diperkirakan mayat tersebut sudah lebih dari tiga hari, karena kondisinya mulai tercium aroma yang tidak sedap. “Penyebab kematian belum bisa kita pastikan,” pungkasnya.

BACA JUGA =  Gunakan Pistol Mainan, 3 Preman Dengan Mudah Rampas Motor Milik Warga Cambai

Sementara itu, Ketua PWM Sumsel, Prof Dr HM Romli SA,MAg yang dikonfirmasi membenarkan mengenai sosok korban yang diakuinya merupakan anggota senior HW Sumsel. “Sudah hampir setahun ini beliau tinggal di gedung auditorium tersebut yang juga merupakan kantor Sekretariat HW Sumatera Selatan. Keluarga beliau ada di Banyuasin,” ungkap Romli saat dikonfirmasi via sambungan ponsel (21/5).

Lebih jauh Romli mengaku terakhir bertemu dengan korban sekitar seminggu yang lalu dimana saat itu kondisi almarhum sehat walafiat. “Tidak tahu juga jika beliau mengidap penyakit karena dalam kesehariannya beliau ini termasuk sosok yang cukup aktif di berbagai kegiatan PWM Sumsel. Kami sangat kehilangan dan turut berbelangsungkawa yang sedalam-dalamnya,” cetus Romli.(fdl/krw)