Lebaran Hari Kedua Warga Perantauan Mudik Untuk Berziarah. TPU Desa Seriguna OKI Ramai Orang Ziarah.

oleh -344 views

SERIGUNA (KabarRakyat) -Tradisi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilur (OKI), Sumatera Selatan pada hari kedua lebaran idul fitri ramai berziarah ke makam keluarga.  Begitu juga halnya dengan tempat pemakaman umum (TPU)  di Desa Seriguna Kecamatan Teluk Gelam, OKI ramai didatangi orang-orang ingin berziarah.

Tempat pemakaman ini sudah berusia puluhan mungkin juga ratusan tahun.  Jadi sudah banyak generasi yang dimakamkan disini.  Mereka yang dimakamkan didominasi warga Desa Seriguna dan Desa Penyandingan.  Ada juga dari orang desa dari luar yang dimakamkan disini namun jumlahnya sangat sedikit.

BACA JUGA =  LOMBA MOBIL TAMIYA 4WD UPAYA MENGURANGI DAMPAK GADGET PADA ANAK-ANAK

Makanya jangan heran,  suasana ziarah di Desa Seriguna ini sangat ramai. Malah kalau orang yang belum tahu, mungkin dianggap ada orang sedang pesta.  Suasana ramai  karena mereka warga atau pun keturunan Desa Seriguna dan Desa Penyandingan yang mencari rezeki baik di Kota Palembang,  Prabumulih maupun di kota di luar Pulau Sumatera,  berusaha mudik untuk berziarah. Ratusan mobil terparkir rapih di lapangan bola kaki yang dari dulu sudah ada di depan kompleks pemakaman.

BACA JUGA =  Iklan ucapan duka cita Hj Nurleli Binti HM Top (Ibunda H Hendra Gunawan, Bupati Musi Rawas)

Setiap tahun Kepala Desa Seriguna, Firdaus dan BPD setempat membentuk panitia untuk kelancaran para peziarah.  Setiap kendaraaan roda empat yang akan masuk lokasi diberikan amplop kosong.  Tujuannya agar diisi uang sukarela sebagai infaq untuk biaya kegiatan panitia.  Hal ini sudah berjalan puluhan tahun.

Bukan itu saja, yang menambah semarak disana banyaknya para pedagang makanan, minuman dan mainan anak-anak yang berjualan di depan arah kompleks pemakaman. Tempat itu gratis. “Dek ade mbae tapi agok mbuat dewek (tidak bayar tapi tempat buat sendiri), “ujar seorang pedagang pempek kepada KabarRakyat.

Biasanya penziarah akan berdatangan setelah solat ied hingga sore.  “Ziarah ini sudah tradisi. Setiap tahun kami yang di perantauan berupaya mudik pas hari kedua idul fitri. Jika tidak bisa mudik dirasa ada yang kurang, “aku Yayan yang mengaku baru saja ziarah ke makam ayah dan keluarganya.  Dia sendiri mengaku tinggal di sekitaran Sako Palembang.  (sihat/krw)

BACA JUGA =  Curi Mesin Las Trafo Milik PT OKI Pulp and Paper, Seorang Karyawan Dibekuk Polisi