Breaking News
Home / Kriminal / Ketua KPK jadi Tersangka…Apakah Efek Perlawanan Setnov?

Ketua KPK jadi Tersangka…Apakah Efek Perlawanan Setnov?

“Ya sudah terima SPDP tersebut tadi siang,” ujar Rum melalui pesan singkat pada Republika.co.id di Jakarta, Rabu (8/11).
Sebelumnya Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengklaim laporan yang dibuatnya pada 9 Oktober 2017 ke Bareskrim Polri dengan terlapor di antaranya Saut Situmorang dan Agus Raharjo telah diproses kepolisian. Hal tersebut ditunjukkan melalui Surat Pemerintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang menurutnya dikeluarkan Bareskrim Polri.
“Ini sekarang statusnya sudah penyidikan dengan diduga dilakukan oleh Saut dan Agus Rahardjo,” ujar Fredrich sembari menunujukkan SPDP tersebut di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (8/11).

BACA JUGA =  Advokat Peradi Palembang Peduli Sesama, Bagi Paket Sembako di Sekayu

“Dan saya harap dalam waktu tidak terlalu lama berkas ini bisa dilimpahkan ke kejaksaan dan segera disidangkan,” kata Fredrich menambahkan.
Fredrich menuduh terlapor dengan Pasal 263 dan pasal 421 juncto 23 KUHP, dengan tuduhan membuat surat keterangan seolah benar dan penyalahgunaan kekuasaan dalam menjalankan tugas tindak pidana korupsi. Fredrich pun mengklaim telah menyertakan bukti-bukti kasus tersebut. Namun, dia enggan membeberkan bukti tersebut.
“Bukti dari kita kami sudah diserahkan, kita tidak bisa buka itu karena mempengaruhi pemeriksaan. Yang penting sekarang gini tidak ada kekebalan hukum di sini. Saya bisa buktikan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum KPK,” kata dia.

BACA JUGA =  BD dan Kurir Sabu 15 Kg Cuma Divonis 13 Tahun

Kasus penyalahgunaan jabatan dan pembuatan surat tersebut, menurut Fredrich juga berkaitan terhadap kasus dugaan korupsi KTP-elektronik (KTP-el) yang melibatkan Setya Novanto.

“Oh iya jelas semuanya (berkaitan). Suratnya banyak yang tidak benar. Karena saya yakin penyidik sudah dapatkan bukti autentik semua,” kata Fredrich.

Fredrich juga mengklaim SPDP Bareskrim terkait penyidikan Saut Situmorang dan Agus Raharjo telah diteruskan ke KPK. “Mereka (KPK) bertindak seolah-olah legislator padahal mereka hanya pelaksana hukum kadang mereka lupa daratan, Itu lah yang buat mereka terjerat masalah pidana,” kata Fredrich.

BACA JUGA =  Perampok Pemudik Diperintahkan Tembak Di Tempat. Polresta Palembang Gelar Apel Pasukan Penanggulangan Curas Untuk Pemudik Lebaran

Sementara dari pihak Polri sendiri belum bersedia mengonfirmasi terkaitan penerbitan SPDP dari Bareskrim tersebut. “Silakan konfirmasi ke Kadiv Humas ya,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak saat dikonfirmasi Republika.co.id.

Dalam SPDP yang ditunjukkan Fredrich kepada wartawan, Rudolf sebagai penanda tangan selaku penyidik.(rep/net)

Tentang sihaj

Baca Juga

Wow…Ada Oknum Protokol Pemkot Palembang Sok Jagoan. Tantang Wartawan Berkelahi Saat Press Confrence Covid-19

  Ketua SMSI Sumsel Jon Heri Ssos (kiri), Ketua Advokasi Wartawan PWI Pusat, H Ocktaf …

Tinggalkan Balasan