Kepala BNNP Sumsel Berharap Ono, Napi Pengendali Peredaran Narkoba Dari Balik Jeruji Dihukum Mati

oleh -286 views

BNN Sumsel dan instansi terkait saat memusnahkan barang bukti narkoba, Rabu (6/6).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan mengungkapkan Keberadaan seorang tamping (tahanan pendamping) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kembali menuai polemik serta tidak menutup kemungkinan peredaran narkoba dikendalikan oleh narapidana yang sekaligus sebagai tamping di lapas tersebut. Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya
David Haryono alias Ono (30) oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPCBC) tipe madya pabean B Palembang.

Kepala BNNP pun menjelaskan bahwa David merupakan narapidana (napi) LP Narkoba Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas sekaligus tamping yang mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji tahanan yang dibantu setidaknya enam kaki tangannya.

Bersama tersangka David alias Ono, turut diamankan empat tersangka lain masing-masing Heni (47) pacar Ono warga Pondok Mitra Lestari Jati Asih Bekasi, Peri Heryanto (34) warga Jl Siring Agung Lintas Utara Lubuklinggau dan Subhan alias Ojing (25) warga Jl Cereme Gang Sejahtera Kecamatan Lubuklinggau II. “Tamping yang selama ini mendapatkan kewenangan penuh melaksanakan tugas sipir di Lapas harusnya sudah tidak boleh ada lagi, kami telah meminta kepada Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel untuk menghapus keberadaan tamping ini,” ungkap Kepala BNNP Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan saat pemusnahan barang bukti (BB) narkoba berupa 5.000 butir pil ekstasi berwarna hijau dan Bubuk shabu seberat 3 Kg dengan kemasan plastik berwarwa hijau dengan merk GUANYINWANG di kantor BNNP Sumsel, Rabu (6/6).

BACA JUGA =  Usai 'Dihabisi' Mayat Siswa SMK Dibuang Dalam Sumur. Polisi Masih Selidiki Kasus Tersebut

Adapun awal pengungkapan kasus ini bermula saat petugas BNNP Sumsel menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang meresahkan masyarakat. Setelah mendapatkan informasi tersebut akhirnya pada Rabu (9/6) sekitar pukul 06.00 WIB tim BNNP Sumsel menangkap tersangka Iskandar (39) warga Desa Gelumpang Kecamatan Murah Mulya Kabupaten Aceh Utara yang tengah mengendarai mobil Toyota Calya nopol B 1262 UIK yang tengah mengarah ke Palembang.

BACA JUGA =  Residivis Mabuk Mencuri di Gudang Kosong Nyaris Tewas Dihajar Massa

Saat digeledah, diketahui tersangka membawa paket diduga narkotika. Dari pengakuan Iskandar, barang haram ini didapatkan dari tersangka Hendra Wijaya warga Batam dan M Yusuf alias Jhon bertugas sebagai perantara yang akhirnya harus ditembak mati oleh petugas setelah berusaha kabur dari kejaran petugas. “Kelima tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan saat ini mereka kita titipkan di lapas Pakjo Palembang,” ucap Jhon.

BACA JUGA =  Polisi Gerebek Rumah Bandar Narkoba OKI . 4 Tersangka Ditangkap

Dengan pemusnahan BB narkoba ini Jhon menyatakan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan dia berharap agar tersangka Ono selaku pengendali peredaran narkoba dari balik jeruji ini bisa dihukum mati. “Harus dihukum mati karena akibat ulahnya ini bisa merusak generasi muda, juga di dalam tahanan dari hasil penjualan narkoba ini sudah cukup banyak menghasilkan uang, termasuk membantu membangun gapura pintu masuk Lapas Narkoba Muara Beliti,” ungkapnya.

Hadir  di acara pemusnahan ini diantaranya Kepala KPPCBC tipe madya Pabean B Palembang, Meidy Kasim, AKBP Minal Alkahri (perwakilan dari Ditresnarkoba Polda Sumsel), perwakilan Kejati Sumsel, perwakilan Pengadilan Tinggi Palembang.(fadil/krw)