Breaking News
Home / Hukum / Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kedua tersangka perampokan yang berhasil ditangkap massa dan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam.foto:ist.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Malang dialami Ruslan Sani (43), warga Jalan Sematang Borang, Kompleks Sematang RSSC Blok 3E, No.14, RW32, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang. Dia jadi korban perampokan (begal) hingga merenggut nyawanya. Peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (28/12/2019), sekira pukul 22.00 WIB di Kompleks Griya Asri Gandus.
Informasi yang didapat dari lapangan, korban dikabarkan yang bekerja sebagai driver gocar taksi online di Palembang itu mendapat orderan dari 2 tersangka. Kedua tersangka order melalui akun gocar atas nama Anton dengan tujuan ke Kompleks Griya Asri, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Palembang. Dengan titik jemput di Simpang Kol Atmo sekitar SMA Xaverius Palembang.
Lalu korban Ruslan menjemput kedua calon penumpangnya dengan mobil Toyota Avanza, warna hitam dengan No Pol BG 1442 RP yang dibawanya.
Korban tanpa firasat apapun mengantarkan keduanya ke alamat tujuan sesuai orderan yakni  ke arah Griya Asri Gandus. Semua berjalan normal tanpa ada sesuatu yang mencurigakan.

BACA JUGA =  PT TEL Bekerja Sama Dengan Polsri Sediakan Beasiswa Untuk Lulusan SMA Sederajat

Namun setelah sampai di tempat tujuan, tiba-tiba salah seorang pelaku menjerat leher korban. Tentu saja korban berontak dan berusaha melawan. Namun tanpa belas kasihan, salah seorang pelaku menusuk korban Ruslan dengan pisau ke bagian dadanya sebanyak  empat liang. Bukan itu saja, korban yang sudah berlumuran darah kembali ditusuk di bagian perut sebelah kiri sebanyak dua tusukan, di leher sebelah kiri bagian belakang satu luka tusukan, di bagian kepala sebelah kiri enam luka tusukan. Mendapat tusukan itu tentu  membuat korban Ruslan roboh. Dia tewas seketika di tempat kejadian perkara.
Melihat korbannya tewas, pelaku lalu membawa mobil korban dan membawa  mayat korban. Mereka lalu membuang mayat korban ke sungai. Namun diduga saat membuang mayat, ada warga yang memergoki erbuatan mereka. Tahu ada yang melihat saat menceburkan mayat itu, kedua pelaku buru-buru kabur dengan mobil rampokannya.

BACA JUGA =  TIDAK DAPAT SURAT PEMBERITAHUAN DARI KPU, RS RABAIN MUARA ENIM KEWALAHAN LAYANI PARA CALEG YANG INGIN TES KESEHATAN

Warga tersebut bertambah curiga ketika mobil itu langsung ngebut. Warga semakin ramai dan pelaku pun panik sehingga tidak menemukan jalan keluar dari kompleks tersebut.

Warga lalu mengejar mobil Avanza yang mencurigakan tersebut. “Ya tadi ado warga nemuke mayat, terus ado mobil ngebut di kompleks lalu dikejer wong banyak, mungkin warga nebak itu pelaku begal,” kata salah seorang warga.
Dengan mudah warga dapat mengepung dan membuat laju mobil tidak bisa bergerak. Mereka menyuruh pelaku keluar dari mobil tapi mereka tidak mau keluar. “Karno dak galak keluar dari mobil, terpakso warga menghacurke mobil itu,” kata warga tadi yang tidak mau disebut namanya.
Emosi warga memuncak mobil lalu dihancurkan. Akhirnya kedua pelaku dipaksa keluar. Keduanya pun langsung dihajar massa.
Saat di interogasi kedua pelaku yang akhirnya diketahui bernama Abib Samudera (36), warga Jalan Azhari, Lorong Amal, RT 11, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang dan Sulaiman (37), warga Jalan Untung Suropati, RT 47, Jelutung, Kota Jambi, mengakui perbuatan mereka usai membunuh korban Ruslan.
Para pelaku sudah ditangkap aparat  Polsek Gandus, dan korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk divisum. Barang bukti yang  diamankan satu unit mobil Avanza warna hitam, satu buah sajam stainlis gagang kayu, satu buah gagang senpi jenis Sofgan warna hitam, dan satu helai tali tambang warna orange.
(jauhari/krw)

BACA JUGA =  ARSI MUBA : Sungaiku Sungaimu Gerakan Bersih Sungai Untuk Kita Semua

Tentang sihaj

Baca Juga

PT Gojek Indonesia Beri Bantuan Kepada Mitranya yang Mengalami Musibah

,Regional Consumer Engagement Manager Gojek Palembang, Christina Anggraeni saat memberikan bantuan kepada keluarga Asnawi. foto:jauhari/krw. …

Tinggalkan Balasan