Karyawan Gading Cempaka Graha Lakukan Aksi Spontanitas, Tuntut Gaji Belum dibayarkan

oleh -1.390 views

Foto:  Ist Sejumlah karyawan PT Gading Cempaka Graha melakukan aksi spontanitas menuntut keterlambatan gaji mereka.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Serikat pekerja PT Gading Cempaka Graha yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit melakukan aksi spontanitas. Yakni bertempat di kantor PT GCG Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI, Selasa (16/6/2020) pagi.

Sejumlah karyawan PT GCG tersebut menuntut atas gaji mereka yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan selama dua bulan yaitu bukan April dan Mei. Termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020, tunjangan beras serta rapel gaji atas kenaikan UMR tahun 2020.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten OKI Ir Imlan Kairum MSi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial, Rizal SST mengatakan, memang aksi spontanitas dari karyawan PT GCG ini terjadi pada Selasa (16/6/2020) pagi dengan jumlah yang melakukan aksi sebanyak 80 orang. Karyawan tersebut menuntut atas hal gaji mereka yang belum dibayarkan selama dua bulan belakangan ini termasuk uang THR.

BACA JUGA =  Pengedar Narkoba Ditangkap Saat Tunggu 'Pasien'. BB Disita 12 Paket Sabu dan 22 Butir Ineks

” Karyawan yang lakukan aksi ini tergabung dalam serikat pekerja yang terdiri dari karyawan harian tetap, karyawan harian lepas, karyawan borongan dan staf. Jadi menuntut keterlambatan gaji lah, “ungkap Rizal, kepada Kabar Rakyat, Kamis (18/6/2020).

Diterangkan Rizal, adapun jumlah karyawan yang menuntut keterlambatan gaji tersebut sebanyak 285 orang dengan rincian 255 karyawan dan 30 orang staf. Para karyawan menuntut agar tuntutan segera dipenuhi semua. Apabila tidak dipenuhi maka melakukan mogok kerja dalam batas waktu tidak tertentu.

” Awal peristiwa aksi itu pihak Disnakertrans belum dapat informasi, barulah pukul 13.00 Wib baru ke lokasi aksi, kami datang bersama pengawas pekerja Provinsi Sumsel,”jelasnya.

Lanjutnya, usai aksi itu langsung dilakukan mediasi antara pekerja dengan pihak perusahaan. Dimana telah ada pihak Polres OKI. Dari hasil mediasi, pihak perusahaan menyanggupi memenuhi tuntutan karyawan. Yakni pihak perusahaan akan membayar hingga batas Sabtu (20/6/2020). Tetapi seperti karyawan kerja borongan gajinya telah dibayarkan Rabu (17/6/2020).

BACA JUGA =  Hingga Oktober, Penyaluran Zakat oleh Sebagian ASN Muba Capai Rp600 Juta

Lalu, untuk karyawan tetap akan dibayarkan Kamis (18/6/2020) dan untuk sisa karyawan lainnya paling lambat dibayarkan pada Jumat (19/6/2020). Sedangkan untuk THR hingga saat ini masih belum ada konfirmasi. ” Tugas disnakertrans memfasilitasi dan menengahi dengan tujuan ada musyawarah mufakat yang dihasilkan dari pihak pekerja dan perusahaan. Agar jangan sampai memanas dan berlarut-larut, “jelasnya.

Rizal menambahkan, setelah dilakukan mediasi ditemukan jalan temunya yakni perusahaan menyanggupi tuntutan karyawan dan sebagian tuntutan telah dibayarkan apa yang menjadi hak karyawan. Maka karyawan tidak akan melakukan aksi spontanitas lagi bila hak mereka dipenuhi.

Sementara itu, asisten appair, Sanjaya saat dikonfirmasi, menjelaskan, memang benar adanya aksi spontanitas para karyawan PT GCG sehingga atas aksi itu ada sedikit kerusakan bagian kantor yakni jendela-jendela kaca yang pecah. Apa yang dituntut oleh karyawan terkait keterlambatan pembayaran gaji selama dua bulan.

BACA JUGA =  Rekomendasi Bawaslu Sumsel Banyak Dicueki KPU. Dewan Pers Gelar Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Presiden

“Sebelumnya dijanjikan akan dibayarkan pada 15 Mei 2020, tetapi belum bisa maka ditunda kembali 20 Mei tapi masih belum bisa maka dijanjikan 15 Juni ini hingga akhirnya terjadi aksi spontanitas ini, ” katanya.

Sanjaya mengakui, adanya keterlambatan pembayaran gaji ini oleh perusahaan dengan alasan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Dimana memang sebelum pandemi pun sudah sering terjadi keterlambatan pembayaran gaji beberapa hari dari tanggal yang ditentukan, tetapi tidak sampai dua bulan seperti ini.

” Saat ini untuk gaji karyawan borongan telah dibayarkan, termasuk gaji karyawan tetap dan lainnya. Karyawan tidak akan lakukan aksi kembali bila tuntutan telah terpenuhi, “tutupnya. (nis/krw)