Kapolres OKI Blender 189,05 Gram Sabu-Sabu

oleh -232 views

Kapolres OKI melakukan pemusnahan sabu-sabu dengan cara diblender lalu dicampur detergen. foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Sebanyak 189,05 gram narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan oleh Satuan Reskrim Narkoba Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di halaman Mapolres OKI, Jumat (16/3).
Pemusnahan barang haram tersebut dilakukan dengan cara diblender yang dilakukan Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH didampingi Kasat narkoba AKP Hery Yusman SH, bersama dengan perwakilan Kejaksaan Negeri OKI, Pengadilan Negeri Kayuagung, BND Kabupaten OKI dan petugas laboratorium Polda Sumsel langsung.
Dikatakan Kapolres, sebanyak 189,05 gram sabu-sabu merupakan barang bukti yang kasusnya telah mempunyai kekuatan hukum sehingga harus dimusnahkan.

BACA JUGA =  Tak Tahu Apa Masalahnya Tiba-Tiba Mahasiswa UMP Dikeroyok Hingga Kepalanya Berdarah. Polisi Buru Para Pelaku Pengeroyokan

Dengan total 195,83 gram disisihkan untuk laboratorium 5,83 gram dan yang dimusnahkan 189,05 gram, sedang 0,05 gram dipergunakan untuk pembuktian dalam persidangan. BB ini atas perkara pidana tertangkap tangannya tersangka Saypen alias Tipen (44) dan Parli (37) di Jalan Poros Kelurahan Tulung Selapan Ulu Kecamatan Tulung Selapan, pada 18 Januari 2018 lalu. ” Barang bukti sabu yang dimusnahkan ini bila diuangkan senilai Rp 200 juta. Berasal dari pekara pidana di Tulung Selapan Ulu pada Januari lalu dengan 2 tersangka,” ujar Kapolres.
Diungkapkan Kapolres, dalam hal pemberantasan narkotika diperlukan sinergi berbagai pihak, baik penegak hukum maupun pemerintahan dan termasuk masyarakat. Jadi semua lapisan masyarakat harus bersinergi dalam pencegahan peredaran narkotika terutama di daerah rawan peredaran narkoba di Kabupaten OKI. ” Kita prihatin dengan permisifnya masyarakat yakni melindungi bandar narkoba, padahal narkoba merusak generasi penerus,” terang kapolres didampingi Kasat narkoba.
Masih kata kapolres, terkait peredaran narkoba di wilayah hukum Polres OKI ini, terdapat di wilayah perairan yaitu Kecamatan Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang dan Air Sugihan. Termasuk di Kecamatan SP Padang, Mesuji dan Mesuji Raya, dimana narkoba masuk dari jalur sungai dan darat. Dalam satu bulan kasus perkara narkoba bisa capai 12 hingga lebih perkara.
Maka oleh karena itu, dihimbau agar para kepala desa (kades), lurah dan camat untuk tanggulangi peredaran narkoba. ” Terkait narkoba ini jadi perhatian serius semua pihak, khususnya kades agar peredaran narkoba dapat dicegah,” tandasnya.
Kapolres menambahkan, di tahun 2018 ini untuk pelanggaran hukum narkoba lebih digiatkan dalam hal penangkapan tersangka narkoba. Dalam pemusnahan narkoba tersebut, semua sabu- sabu diblender jadi satu dan setelah itu dicampur air dan deterjen. (nis/krw)

BACA JUGA =  Kapolres OKI Ajak Stakeholder Koordinasi Pengendalian Karhutbunla