Kakak Beradik Pembunuh Sopir Bus Kota Kertapati-KM 12 Akhirnya Dibekuk Tim Gabungan

oleh -273 views

Kedua tersangka pembunuh saat press release di Polsek  SU I, Senin (28/5).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Dua kakak beradik pembunuh sopir bus kota bernama Febri (42) jurusan Kertapati-KM 12 akhirnya berhasil dibekuk tim gabungan Reskrim Polresta Palembang bersama Polsek Seberang Ulu (SU) I, Senin (28/5).      Kedua tersangka yaitu Ibrahim alias Gogon (31), warga Jalan Lunjuk Jaya Gang Mawar Bukit Besar dan Medi Sapriadi (29), warga Jalan Bonsai Raya, Bukit Besar.

Saat di hadapan wartawan di Polsek SU I, tersangka Medi memberikan keterangan bahwa pembunuhan terhadap korban terpaksa ia lakukan lantaran dendam dan sakit hati dengan korban yang selalu ingin menantang dan meremehkan dirinya setiap bertemu di jalan. “Saya selama ini selalu mengalah pak, antara saya dan korban itu sama-sama sopir bus kota,” jelas Medi.

BACA JUGA =  147 Siswa Ikut Seleksi Beasiswa PT OKI Pulp Paper Mill

Lebih lanjut dijelaskannya awal kejadian yaitu korban selalu mepet mobil bus kota yang dia bawa. Namun  pada hari itu tersangka Medi hanya diam saja karena dia tak mau terjadi keributan. Namun keesokan harinya ternyata korban mengulangi lagi ulahnya. ” Dia kembali memepet lagi mobil bus kota saya dan seperti ingin menantang saya” jelas tersangka Medi.

Pada suatu kesempatan di jalan mobil bus kota yang dikendarai pelaku Medi berpapasan dengan mobil korban Febri. Lalu pelaku Ibrahim mencoba berbicara untuk menegur korban supaya tidak mengganggu dirinya lagi. Namun bukannya sadar akan tetapi korban Febri malah memukuli dirinya. ” Saya tak terima perlakuan korban lalu langsung menelpon kakak saya ini (Gogon) untuk membantu saya membalas dan mengeroyoki korban, tak lama saya telpon kakak saya tersebut kami langsung mencari bus korban dan ketemu di depan Hotel Semeru dan terjadi keributan yang berujung pada pembunuhan terhadap korban dengan menikam korban menggunakan sebilah pisau,” jelas Medi.

BACA JUGA =  Ternyata Ini Alasan Dia Membunuh Aan, Penjaga Malam Pasar Perumnas Sako

Setelah menikam Febri tersebut mereka berdua langsung pulang ke rumah masing-masing dengan tubuh berlumuran darah.  ” Malamnya kami dapat kabar jika korban meninggal dunia di rumah sakit,” terang tersangka.

Sementara tersangka Gogon menuturkan, saat kejadian ia hanya membantu adiknya. Ia tak terima adiknya selalu dikecilkan oleh korban. “Saat kejadian, saya sama sekali tak menikam korban, saya cuma mencoba untuk menengahi. Saya dan adik saya ini serta korban sama-sama berprofesi sopir bus, memang korban ini sering seenaknya sendiri kalau menyetir dan semua orang seperti mau ditantangnya. Adik saya sepertinya sudah kehilangan kesabaran karena selalu ditantang dan diremehkan korban,” ungkapnya.

BACA JUGA =  Sempat Buron 4 Bulan, Begal Keok Ditembak Polisi

Kapolsek SU I, Kompol Mayestika mengatakan, kedua tersangka berhasil dibekuk setelah beberapa hari terjadinya peristiwa pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka terhadap korban. “Keduanya merupakan kakak beradik ini berhasil kita amankan dan kini keduanya masih dalam pemeriksaan intensif petugas,” singkatnya.

Sebelumnya, Febri (42), harus meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke RSUD Palembang BARI akibat luka serius yang dialaminya ketika menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang kakak beradik. Korban Febri ini dianiaya saat bus kota yang ia kemudikan melintas di depan Hotel Semeru, Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan SU I Palembang. (fadil/krw)