JE INSTITUTE WEBINAR  MENGGELAR  PELATIHAN PRAKTEK LELANG. TANTANGAN, PELUANG DAN SOLUSI PRAKTEK LELANG DI ERA NEW NORMAL

oleh -275 views

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- JE Institute of Law bekerjasama dengan KPKNL Palembang menggelar pelatihan praktek lelang. Tema yang diambil ‘Tantangan,Peluang dan Solusi Praktek Lelang di Era New Normal.” Pelatihan yang akan digelar dengan sisten online tersebut akan berlangsung, 6 Agustus 2020 yang akan datang.

Siapa saja tim pengajar webinar pelatihan praktik lelang tersebut? Pemateri webinar itu adalah para pakar, akademisi dan orang yang berkompeten di bidang pelelangan. Mereka adalah  Prof. Dr. H. Joni Emirzon, SH, MHum, FCBArb (Managing Partners JE Institute Of Law dan juga guru besar hukum bisnis Universitas Sriwijaya), Erwin Cahyono, SE, MH. (Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Palambang), Herman Adriansyah, SH, MH (Praktisi Hukum, Notaris Kota Palembang)
dan Amir, SH,MKn (Praktisi Lelang, Balai Lelang).

Menurut Prof. Joni Emirzon, lelang adalah sarana jual-beli umum yang telah ada sejak zaman Romawi. Sistem ini diberlakukan demi memperoleh harga yang kompetitif serta berkeadilan.
Pelaksanaan jual-beli melalui sistem lelang saat ini adalah salah satu mekanisme penjualan yang diminati sebab dinilai dapat melindungi hak dan kewajiban Pembeli dalam melakukan transaksi.

BACA JUGA =  Usman Baron Terpilih Menjadi Ketua MUI Kecamatan Merapi Selatan

Penjualan dalam pelelangan secara umum dinilai telah memiliki status yuridis yang jelas. Dengan kata lain, sistem ini diyakini telah melalui
tahap demi tahap aspek birokrasi, prosedural serta legalitas yang tanpa perlu lagi ditempuh oleh seorang calon pembeli. ” Sehingga dalam lelang setiap orang memiliki kesempatan
dan hak yang sama di dalam upaya memperoleh dan membeli objek lelang di seluruh dunia,”jelas Prof Joni.
Di Indonesia, sistem hukum lelang secara resmi masuk dalam perundang-undangan sejak 1908. Berasal dari Pemerintah Hindia Belanda, yaitu saat
berlakunya Vendu Reglement, Stbl.1908 No.189 dan VenduInstructie Stbl. 1908 No.
190. Peraturan dasar lelang ini masih berlaku hingga saat ini serta menjadi dasar hukum penyelenggaraan lelang di Indonesia meskipun hingga kini peraturan tersebut selalu mengalami revisi ataupun penyempurnaan dari Kementerian Keuangan cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) cq. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) baik dalam hal regulasi persyaratan lelang maupun regulasi sistem pelaksanaannya. ” Semua penyempurnaan ini, masih menurut Prof Joni,  dinilai perlu segera
dilaksanakan demi mengakomodir kepentingan semua pihak baik pemohon
pelang, pelaksana lelang dan juga pembeli objek lelang. ” Pada dua dekade terakhir, Peraturan Lelang di Indonesia masih mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Selama masa itu Peraturan Lelang sedikitnya telah lima kali mengalami perubahan yang dilakukan selain untuk menyempurnakan regulasi, juga mengikuti perkembangan teknologi,” beber Prof Joni.
Peraturan lelang terakhir adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
No.27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang berikut Persyaratan Formil (dokumen) diatur di Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Perdirjen) No.2/KN/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Lelang. Sejak tahun 2017, regulasi
lelang di Indonesia telah memasuki tahapan baru dengan sistem digital (online). Cara ini wajib ditempuh dengan alasan dan filosofi bahwa demi pelaksanaan lelang yang jujur dan adil, maka perlu transparansi sistem yang berkeadilan serta menciptakan rasa aman pada semua pihak.Hal ini demi menyesuaikan frekuensi dari pemohon lelang semakin meningkat. Hal ini dipandang perlu oleh JE Institute Of Law.

Pelatihan ini terbuka untuk umum. Untuk umum biaya investasi sebesar Rp1 juta sedangkan mahasiswa Rp750 ribu. “Bagi yang mau ikut silahkan daftar sebelum tanggal 6 Agustus 2020,”pungkas Joni Emirzon. (sj/krw).

BACA JUGA =  Oknum Perwira Pertama Polres OKU Bertindak Arogan ,Hendak Rampas Kamera Reporter TVRI Sumsel yang Sedang Meliput Kasus Pembunuhan