Jasad Reza Ditemukan Warga Mengapung di Sungai Waru. Tim Basarnas Evakuasi Jasad Korban Ke Rumah Duka

oleh -399 views

 

Tim Basarnas Palembang saat akan mengevakuasi jasad Reza yang ditemukan warga sudah mengapung.                    foto:basarnas palembang.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-Setelah dua hari melakukan pencarian akhirnya tim Basarnas Palembang berhasil menemukan jasad M Reza Fasiuz (9) yang mengapung di Sungai Waru Kelurahan Karya Jaya dekat Jembatan Musi 2, Palembang, Selasa (23/4) pagi sekitar pukul 07.10 WIB.

Sewaktu ditemukan, jasad korban dalam posisi tertelungkup tanpa sehelai pakaianpun dan langsung dievakuasi petugas Basarnas Palembang dibantu warga menggunakan speedboat Fregate milik Basarnas Palembang ke rumah duka.

Setibanya di rumah duka jasad korban langsung disambut tangis histeris kerabat dan anggota keluarganya yang telah menunggu di rumah nenek korban di Jl KH Wahid Hasyim Lrg Budi Setia RT 14 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

BACA JUGA =  Diduga Tidak Fair, Peserta Seleksi Calon Anggota Bawaslu Laporkan Panitia ke Ombudsman Sumsel

Ibu korban, Desi Permatasari (39), sepertinya tak dapat berkata-kata lagi begitu melihat tubuh anak ketiganya itu sudah dalam kondisi terbujur kaku, wanita yang baru tadi malam tiba dari Pekanbaru, Riau ini cuma bisa menangis terisak dan sempat beberapa kali pingsan.

Menurut keterangan kerabatnya, sepeninggal sang suami, almarhum Johan Harapan sekitar 10 tahun silam Desi mencoba peruntungan dengan bekerja sebagai buruh pabrik di Pekanbaru, Riau sedangkan korban beserta ketiga saudaranya dititipkan bersama sang nenek. “Rencananya selepas Hari Raya Idul Fitri, ibunya bakal memboyong anak-anaknya untuk tinggal di Pekanbaru karena disana juga ada keluarga besar almarhum suaminya. Namun, takdir ternyata berkehendak lain Reza telah lebih dulu berpulang dengan cara yang tragis,” ucap Zainal, salah seorang tetangga kepada KabarRakyat.Website di rumah duka, Selasa (23/5).

BACA JUGA =  Harga Minyak Turun, SKK Migas Ambil Langkah Antisipatif

Di mata para tetangga dan kerabatnya korban diakui Zainal dikenal sebagai sosok anak yang periang dan tidak banyak ulah.  Makanya dengan kepergian Reza banyak yang sedih dan merasa kehilangan.

Hal senada disampaikan sejumlah guru SD Negeri 74 Palembang, tempat korban bersekolah. Memang hari itu terlihat sejumlah guru Reza datang  di rumah duka.

Karena kondisi jasad korban yang sudah lebih dari 24 jam lamanya terendam di dalam air, hasil musyawarah keluarga akhirnya memutuskan untuk menyegerakan pemakaman jasad korban. Sekitar pukul 10.00 WIB Selasa (23/5) akhirnya jasad korban dibawa menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Kecamatan Gandus setelah sebelumnya dilaksanakan pengurusan jasad korban oleh pihak keluarga.

BACA JUGA =  Akhirnya 2 Sopir Angkot Mesum Ditangkap. Seorang Pria Lain Juga Ditangkap

Humas Kantor Basarnas Palembang, Sukamto, mengatakan awal temuan jasad korban ini ditemukan masyarakat yang kemudian diinformasikan kepada pihaknya. “Saat itu kami tengah dalam rangka persiapan melanjutkan pencarian hari ketiga, tiba-tiba dari warga sekitar menginformasikan ada temuan mayat yang identik dengan jasad korban Reza di daerah Keramasan,” imbuh Sukamto.

Mendapatkan informasi tersebut, tim dengan menggunaan speedboat Fregeat bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan sesampainya disana ternyata benar jasad yang ditemukan warga itu adalah jasad korban Reza. “Selama dua hari pencarian kami fokus ke daerah hilir, namun ternyata jasad korban ini terbawa arus ke hulu, karena secara teori memang benar arus pasang itu lebih tinggi dibandingkan arus surutnya,” ungkapnya. (fadil/krw)