Jadi Korban Malpraktek, Istri Wartawan Lampos Laporkan RS Asy Syfa ke Polres Tuba

oleh -287 views

Korban Septina dan suaminya,  Ferdi Irwanda saat melapor ke Polres Tulang Bawang Lampung,  Kamis (20/6/2019). Dan RS Asy Syfa Dayamurni, Tulang Bawang Barat, Propinsi Lampung.              foto dan ilust:ist/net.

MENGGALA (Kabar Rakyat)– Seorang wanita yang merupakan istri seorang wartawan diduga korban malpraktik dokter.  Wanita yang bernama Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung itu akhirnya membawa kasus yang menimpanya ke jalur hukum.  Dia ditemani suaminya melaporkan pihak Rumah Sakit Asy Syfa Dayamurni, Tulangbawang Barat ke Polres Tulang Bawang.

Septina diduga menjadi korban malpraktik oknum dokter yang berdinas di rumah sakit tersebut. Sebuah benda berupa kain kasa diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret 2019 lalu.

Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu, berhasil dikeluarkan tenaga medis dari Poned Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019), ketika korban hendak memeriksakan kesehatannya.

BACA JUGA =  Soal Target Juara pada Porprov XI, Ketua KONI dan Bupati OKI Berbeda

Pascamelahirkan, korban kerap mengeluh lantaran merasa sakit di bagian pperunya. Selain itu nifasnya  tidak kunjung berhenti setelah 85 hari pascamelahirkan. Lebih parah lagi keluarnya cairan berbau menyengat dari organ intim korban. “Awalnya sakit-sakit perut saya. Terus sebulan habis Caesar mulai nifas, keluar cairan gitu dan berbau busuk. Sampek orang dikeliling saya aja bisa ngebaunya. Seminggu terakhir ini tambah parah karena saya mulai demam. Saking panasnya suhu badan saya sampai keluar air mata,” kata Septina, ditemui wartawan di Mapolres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019).

Bidan Eka salah satu tenaga medis Poned Panaraganjaya membenarkan jika mereka telah mengeluarkan kain kasa yang berada di mulut rahim perut korban. “Pas Ipa itu tadi kan kita buka rahimnya. Pas dibuka sesuai keluhan nifasnya bau ternyata ada itu (kain kasa),” jelas Bidan Eka.

BACA JUGA =  Belasan Oknum PLN Prabumulih Bergaya Preman. Pelanggan Dipukuli Hingga Memar

Suami korban Ferdi Irwanda mengaku, kedatangan mereka ke Polres Tulangbawang (Tuba) hendak melaporkan kelalaian oknum tenaga medis RS Asy Syfa. Menurut laki-laki yang berprofesi sebagai jurnalis di Surat Kabar Harian Lampung Post (Lampos)  Itu, kejadian yang menimpa istrinya menjadi sebuah presedent buruk dalam pelayanan kesehatan. Sebab kejadian itu, sebuah kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa orang lain. “Kami memilih menempuh jalur hukum karena kami merasa rumah sakit Asy Syfa bekerja tidak profesional dan tanpa kehati-hatian dalam memberikan pelayanan. Kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali,” kata Ferdi.

Dia berharap aparat kepolisian dapat segera menindak lanjuti laporannya, dan segera memproses para pelaku yang dinilai lalai dan ceroboh dalam memberikan pelayanan terhadap istrinya. “Saya berharap polisi segera memeriksa oknum dokter yang menangani istrinya saya ketika caesar. Kok bisa kain kasa itu tinggal di dalam perut, kan aneh. Apa iya bisa masuk sendiri, kan enggak mungkin. Sebab ini menyangkut soal nyawa manusia. Nyawa seekor hewan saja kita jaga apalagi ini menyangkut nyawa manusia. Ini menjadi sejarah buruk pelayanan dari rumah sakit Asy Syfa,” ujar dia.

BACA JUGA =  FIELD TRIP SKK MIGAS MENINJAU TANAMAN OBAT HERBAL  DI DESA GAJAH MATI. BINAAN PT MEDCO INDONESIA

Menanggapi dugaan malpraktik tersebut, Humas Rs. Asy Syifa Tubaba, Majril mengaku belum bisa berkomentar banyak karena belum mendapatkan laporan secara detail terkait rekam medik pasien. “Kita belum bisa memastikan kasus ini mallpraktik atau bukan sebelum kita liat rekam medik pasiennya dulu,” ungkapnya.

Majril yang juga selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Tubaba mengaku menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi. “Kalau memang masalah ini terbukti tentunya ada tindakan dari pemkab yakni pencabutan izin praktek,” kata dia.(rls/krw).