Breaking News
Home / Hukum / Ini Penyebab 5 Komisioner KPU Kota Palembang Jadi Tersangka

Ini Penyebab 5 Komisioner KPU Kota Palembang Jadi Tersangka

Lima Komisioner KPU Kota Palembang yang ditetapkan tersangka oleh Reskrim Polresta Palembang. foto/ilust:net/krw

PALEMBANG  (Kabar Rakyat) -Banyaknya warga yang tidak bisa mencoblos saat Pemilu,  17 April 2019 lalu ternyata berbuntut pada jalur hukum.  Rekomendasi Bawaslu Sumsel agar Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Palembang menggelar pemilu susulan ternyata tidak ditanggapi. Akhirnya temyan Bawaslu Kota Palembang itu bergulir ke Bagian Reskrim Polresta Palembang.  Kelima komisioner KPU Palembang pun kemudian ditetapkan tersangka.

    Ditetapkannya kelima komisioner KPU Palembang menjadi tersangka bermula adanya temuan Bawaslu Kota Palembang terkait surat suara. Namun teguran  dari pihak Bawaslu Kota Palembang tidak diindahkan. Soalnya banyak warga yang tidak  mencoblos memang banyak ditemui di lapangan. Salah satunya yang terjadi di TPS 12 Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang. Banyak warga tidak bisa mencoblos karena surat suara untuk pilpres. Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa TPS lain di beberapa kecamatan.

     Lalu Ketua Bawaslu Kota Palembang,  M Taufik, SE, MSi , membawa temuan itu le jalur hukum. Dia melaporkan Komisioner KPU Kota Palembang ke Polresta Palembang atas dugaan telah melakukan perkara tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsider pasal 554 UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Laporan itu dilakukan pada 22 Mei 2019, dengan laporan Polisi No.Pol : LPB/1105/V/2019/SUMSEL/RESTA.

BACA JUGA =  Hari Sumpah Pemuda Karang Taruna Desa Segayam Gelar Festival Band

      Akhirnya 5 Komisioner KPU Kota Palembang ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polresta Palembang, pada  Selasa, 11 Juni 2019 lalu. “ Benar, kita sudah menetapkan kelima Komisioner KPU Kota Palembang, dengan dugaan telah melakukan perkara tindak pidana pemilu,” kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, Sabtu lalu (15/6/2019) kepada wartawan.

    Kelima Komisioner KPU Kota Palembang adalah EF (Ketua KPU Kota Palembang), AM, AB. YO,  DA (Komisioner KPU Kota Palembang). Kelima komisioner sudah diperiksa sejak Jumat, 14 Juni 2019 lalu. Penyidik Reskrim Polresta Palembang juga sudah puluhan saksi termasuk saksi ahli.

BACA JUGA =  Pengendara Dihadang Pria Bersenpi Di Simpang Empat Charitas. Merasa Terancam Agus Lapor Polisi

    Keluarnya surat penetapan tersangka terhadap kelima Komisioner KPU Kota Palembang tentu saja membuat para komisioner bingung dan heran. Menurut mereka , kebijakan yang telah diambil sudah diketahui KPU Kota Palembang.  Bahkan mereka (Komisioner KPU Kota Palembang) sebelum mengambil tindakan sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sumatera Selatan.

Awalnya Hanya YO  Jadi Tersangka

    Sebelumnya tersebar di kalangan wartawan yang ngepos di Polresta Palembang ada surat dari pihak Reskrim Polresta Palembang yang menetapkan  menetapkan YO sebagai tersangka  atas  dugaan tindak pidana pemilu.

   Surat penetapan YO menjadi tersangka berdasarkan Surat keterangan no:SK/87/VI/2019/ Reskim tentang penetapan tersangka yang ditetapkan pada 11 Juni oleh Polresta Palembang, dan ditandatangani Kasat Reskim Kompol Yon Edi Winara. YO ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan tindak pidana dalam penyelenggaraan pemilu.

     Dia (YO) dituduh melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, sebagaimana dalam pasal primer pasal 554 undang- undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP subsidair pasal 510 uu 7/2017 tentang pemilu Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, yang terjadi pada 27 April 2019 di kecamatan Ilir Timur  II Palembang.

BACA JUGA =  Dua Oknum Satlantas Dikenai Sanksi Disiplin 14 Hari Menginap 'DiTempat Khusus'. Buntut Viral Video Oknum Satlantas Lakukan Pungli

   Belakangan akhirnya bukan hanya YO yang jadi tersangka tapi empat komisioner termasuk Ketua KPU Palembang juga ditetapkan tersangka. Penyematan status tersangka kelima komisioner itu diduga terkait soal pemilu susulan yang direkomendasikan Bawaslu Kota Palembang namun tidak diselenggarakan.

     Kelima tersangka tidak dilakukan penahanan. Namun kasus ini banyak mendapat perhatian masyarakat termasuk ormas-ormas yang ada di Kota Palembang.  Bahkan Jumat,  21 Juni 2019 yang akan datang  Aliansi Masyarakat Demokrasi Sumatera Selatan akan menggelar aksi damai di Kejaksaan Negeri Palembang.

Tujuan aksi untuk mengawal kasus tersebut jangan sampai hilang ditiup angin.  Aksi juga mengingatkan agar pihak kejaksaan yang memegang perkara kelima Komisioner KPU Kota Palembang dapat bekerja secara Profesional, Transparan dan Adil. (tim/krw)

 

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan