Herman Deru Gelontorkan Bantuan Rp 45 Miliar Untuk 10 Kabupaten Cegah Karhutla. Apel Siaga Siaga di Tengah Kebun Raya

oleh -232 views

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat melakukan pengecekan pasukan pada Apel Siaga Karhutlah di Kebun Raya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020). foto:humas pemprov ss/krw.

OGAN ILIR (Kabar Rakyat) – Gubernur Sumsel, H Herman Deru  terus menunjukkan perhatiannya dalam menangani dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah)  di Sumsel. Tahun 2020 ini, pria yang juga mantan Bupati OKU Timur 2 periode ini menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 45 Miliar untuk mencegah karhutlah kepada 10 kabupaten yang kerap terjadi karhutlah.

Deru juga menginstruksikan agar kabupaten yang berpotensi karhutlah untuk membentuk satuan tugas dan menyiapkan peralatan sebagai upaya penanggulangan.”Baru tahun ini pemprov Sumsel memberikan bantuan senilai Rp 45 milyar untuk kabupaten terdampak guna membeli alat yang tidak habis pakai,” kata HD, usai menjadi Irup Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutlah Provinsi Sumsel di di Lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020).

Gubernur Sumsel, H Herman Deru memberikan bantuan pencegahan Karhutlah kepada 10 kabupaten di Sumsel saat Apel Siaga Karhutlah di Kebun Raya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020).foto:humas pemprov ss/krw.

10 kabupaten yang mendapatkan bantuan anggaran penanggulangan karhutlah tersebut yakni, Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muba, OKI, OKU Timur , Muratara, Muara Enim, Musi Rawas, OKU Selatan. “Besaran anggaran yang diberikan untuk tiap kabupaten tersebut jelas berbeda. Itu akan ditentukan dari luas lahan di kabupaten tersebut,” paparnya.

Tidak hanya itu, gubernur juga menyebut juga ada empat kabupaten yang diberikan layar informasi indeks standar pencemaran udara (ispu). “Ada empat kabupaten yang mendapatkan layar informasi ispu tersebut. Dengan begitu bupati maupun masyarakatnya bisa tahu kondisi indeks pencemaran udaranya berapa,” tuturnya.

BACA JUGA =  Di Sela Kesibukannya, Gubernur Sumsel Hadiri Graduation Cucu Tersayang. Graduation TK SBK dan My School Digelar di Hotel Aston

Lebih lanjut Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel juga saat ini mendorong perusahaan khususnya di bidang perkebunan untuk turut membantu dalam penanggulangan karhutlah yang terjadi setiap tahun ini. “Bukan hanya bantuan moril kepada masyarakat. Kita juga mewajibkan perusahaan tersebut dalam hal penanganan. Dan ini dibuktikan oleh perusahaan tersebut salah satunya bantuan helikopter untuk memonitor lahan-lahan yang rawan terbakar. Karhutlah ini juga ditentukan oleh curah hujan. Jika curah hujan rendah maka potensi karhutlah cukup tinggi, begitupun sebaliknya. Sebab itu kita butuh pengawasan bersama,” jelasnya.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat melakukan simulasi penyemprotan air pada Apel Siaga Karhutlah di Kebun Raya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020).foto:humas pemprov ss/krw.

Disinggung soal kemungkinan bertambahnya bantuan anggaran dari Pemprov Sumsel ke kabupaten rawan karhutlah, Deru dengan optimis mengiyakannya. “Apalagi ini pertama kali, tentu penambahan bantuan sangat memungkinkan. Mungkin tahun ini anggaran tersebut tidak cukup, tapi jika kinerja mereka terlihat tentu bantuan ini akan bertambah,” bebernya.

Terlebih, selain bantuan anggaran Rp 45 miliar untuk kabupaten, Pemprov Sumsel sendiri masih memiliki anggaran lebih dari Rp 100 miliar yang diperuntukkan untuk penanggulangan karhutlah. “Provinsi memiliki anggaran itu, jumlahnya sekitar Rp 100 miliar. Tentu itu digunakan untuk penanggulangan karhutlah ini,” imbuhnya.

Dengan bantuan anggaran tersebut dia berharap, Sumsel dapat terbebas dari karhutlah yang selalu menjadi ancaman setiap tahunnya. “Namun ini juga harus ada peran dari masyarakat. Sejauh ini kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan secara ilegal dengan cara membakar sudah cukup tinggi. Kalau pun nantinya masyarakat ingin membuka lahan baru bisa berkomunikasi dengan Gapoktan yang telah dibentuk untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada Dinas Pertanian untuk peminjaman alat membuka lahan baru seperti eskavator. Dengan kerjasama demikian maka kami yakin karhutlah tidak akan terjadi lagi,” timpalnya.

BACA JUGA =  PERISTIWA GUGUR ANGGOTA TNI DIINJAK GAJAH LIAR, MEMBUAT GUBERNUR DERU TINJAU TKP DI AIRSUGIHAN. Deru Perintahkan BKSDA Giring Gajah Liar ke Hutan Konservasi

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di Halaman Griya Agung, Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel  kali ini dipusatkan di Lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Shodiq mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur Sumsel dengan memberikan bantuan penanggulangan karhutlah. Dimana kabupaten OKI yang memiliki lahan yang berpotensi terbakar paling luas sangat membutuhkan bantuan itu. “OKI mendapatkan bantuan Rp 8 milyar karena pak Gubernur tahu betul OKI ini memiliki wilayah paling luas,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut salah satunya akan diperuntukan untuk pengadaan alat baru dalam penanggulangan karhutlah. “Yang jelas utamanya untuk peralatan dan sarana prasarana. Saat inu kami telah membentuk satuan tugas dibeberapa desa yang dinilai luas dan rawan karhutlah. Seperti di Desa Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pedamaran dan Mesuji,” pungkasnya.

Sedangkan, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menilai langkah dan kebijakan Gubernur Herman Deru dengan memberikan bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan kepala daerah dalam menyikapi persoalan karhutlah.

BACA JUGA =  Masa Jabatan Muzakir Habis, Alex Noerdin Tunjuk Teddy Sebagai Pjs Bupati Muara Enim

Sebab itu, sebagai institusi yang terlibat dalam penanggulangan karhutlah di Sumsel, pihaknya menurunkan sedikitnya 1000 personel untuk melakukan pencegahan, pengawasan di titik-titik rawan karhutlah. “Tentu ini langkah serius dari Gubernur dan haru didukung penuh. Karena itu, kita pun sudah siapkan seribu personil untuk pengawasan dan penanggulangan. Kalau kurang, kita tambah lagi. Tapi intinya kita sudah menyiapkan. Terlebih kita juga sudah membentuk subsatgas di kabupaten/kota, dan ini tinggal berjalan saja,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengatakan Karhutla ini sudah setiap tahunnya terjadi. Maka itu dalam menanggulanginya dibutukan edukasi serta ajakan secara masif ke masyarakat agar tidak membuka lahan secara ilegal. “Beberapa hari kamarin saya sudah mengecek kekuatan personil dan ketersedian peralatan untuk digunakan Karhutla namun alat ini sebagai konsep terakhir dengan harapan karhutlah tidak terjadi tahun ini,” katanya.

“Pencegahan ini kita bisa lakukan secara bersama. Kami juga sudah menyebarkan maklumat kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya Karhutlah. Bahkan kami juga sudah membentuk relawan peduli karhutlah,” papar Kapolda.

Untuk diketahui, apel akbar yang diikuti ribuan personil gabungan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan pihak lainnya tersebut yang digelar di Kebun Raya Sriwijaya tersebut merupakan simbol dari keseriusan dan kesiapan pemerintah dalam penanggulangan karhutlah di Sumsel baik kesiapan personil maupun peralatan yang akan digunakan.(rel humas pemprov ss/krw)