Breaking News
Home / Hukum / Hadirkan 11 Orang Saksi Benarkan 2 Terdakwa Bunuh Calon Pendeta

Hadirkan 11 Orang Saksi Benarkan 2 Terdakwa Bunuh Calon Pendeta

Kedua terdakwa Nang dan Hendri saat sidang di PN Kayuagung,  Rabu (21/8/2019). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Sidang dengan dua terdakwa kasus pembunuhan calon pendeta dengan korbannya Melindawati Zidomi yang terjadi 25 Maret 2019 lalu di Blok F 19 Divisi III PT Persada Sawit Mas (PSM) Sungai Baung Estate Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI, kembali digelar , Rabu (21/8/2019). Agenda kali ini mendengarkan keterangan saksi sebanyak 11 orang.
Dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Purnamawati SH dan Hendy Sinatrya SH, dari keterangan saksi sebanyak 5 orang dari anggota polisi Polda Sumsel dan Polres OKI serta 6 orang lagi berasal dari perusahaan kelapa sawit lokasi kejadian.

Dari keterangan saksi anggota polisi membenarkan memang kedua terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara mencekiknya. ” Keterangan dari pihak perusahaan bahwa mereka ikut mencari korban setelah dikabarkan hilang dan akhirnya menemukan jenazah korban serta menemukan anak kecil bersama korban,”ujar jaksa ditemui usai sidang.
Lanjutnya, dalam persidangan itu keterangan dari para saksi dibenarkan dan diakui oleh kedua terdakwa. Sidang akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yakni anak kecil yang bersama korban dan satunya dari pihak perusahaan.
Kedua terdakwa yakni Nang (21), warga Dusun II Desa Bungin Tinggi Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI dan Hendri (26), warga Pematang Gaib Dusun IV Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI.
Dalam persidangan keduanya didakwa dalam pasal berlapis, yaitu tindak pidana pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, pasal 365 ayat (4) KUHP. Lalu tindak pidana pasal 289 KUHP dan pasal 290 ke-1 KUHP. ” Dalam perkara ini untuk kedua terdakwa terancam hukuman mati,”ucap jaksa.
Dijelaskan, perbuatan keduanya terjadi 25 Maret 2019 sekira pukul 23.00 Wib. Bermula dari keduanya yang bekerja sebagai buruh PT PSM, dimana terdakwa Nang menyukai korban yang bekerja sebagai pendeta Gereja di area PT PSM. Ternyata keduanya berencana untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban.
Selanjutnya, menyiapkan dua bilah senjata tajam jenis pisau dan penutup wajah (sebo), satu helai tali sepatu dan 2 tali karet ban. Kemudian keduanya melakukan pengintaian, rupanya korban bersama saksi Nita mengendarai motor. Sebelumnya kedua terdakwa telah sepakat apabila ketahuan oleh korban maka akan menghabisi korban.
” Saat korban ke mess divisi I, kedua langsung mempersiapkan alat-alat yang telah disiapkan, lalu kedua terdakwa menunggu korban di pinggir jalan poros kebun kelapa sawit dengan menggunakan sebo dan bawa sajam,”terang jaksa.
Kemudian, korban melintas dan memberhentikan motor korban, terdakwa Hendri langsung memegang tangan saksi Nita agar diam dan mengancam akan membunuh. Sedangkan terdakwa Nang mengapit leher korban sambil ancam akan membunuh. Lalu membawa korban dan Nita masuk ke dalam kebun, lalu terdakwa Hendri mengikat tangan Nita, lalu kembali ke jalan poros mengamankan motor korban.
Selanjutnya, kedua terdakwa meninggalkan Nita dan korban dibawa masuk lagi ke dalam kebun, kedua kaki korban diikat. Terdakwa Nang pegangi kedua tangan korban dan terdakwa Hendri membuka paksa celana jeans dan celana dalam korban. Sehingga bagian bawah tubuh korban tidak menggunakan pakaian.
” Terdakwa Hendri langsung membuka celana yang dikenakannya, ketika akan memasukkan alat kelamin, korban berkata sedang mens. Sehingga terdakwa Hendri melakukan cabul dan tangan kirinya menutup mulut korban. Tak hanya itu terdakwa Nang sudah juga melakukan cabul kepada korban,”jelasnya.
Lalu terdakwa Hendri kembali akan memperkosa, maka korban berontak dan tangan korban pegang penutup wajah terdakwa Hendri sehingga terbuka. Rupanya takut identitas tersangka ketahuan sehingga kedua tersangka mencekik korban hingga meninggal dunia. Usai melihat korban tewas, barang pribadi milik korban berupa HP dan tas yang berisi uang tunai diambil oleh tersangka dan disembunyikan di rumah tersangka.
Dalam perkara ini Majelis hakim diketuai Eddy D Sembiring SH MH anggota Lina Safitri Tazili SH dan Firman Jaya SH.
Sementara itu penasihat hukum kedua terdakwa Candra Eka Septawan SH mengatakan, untuk kasus kedua terdakwa yang terancam hukuman mati, maka akan semaksimal mungkin menangani kasus ini. Hari menghadirkan 11 orang saksi. ” Untuk agenda pekan depan masih keterangan saksi sebanyak 2 orang yakni anak kecil yang bersama korban, tetapi bila tidak hadir sidang terus lanjut agenda pemeriksaan terdakwa,”pungkasnya. (nis/krw)

BACA JUGA =  Membunuh Karena Tersinggung Ditegur Parkir Mobil Saat Muat Duku, Dihukum 16 Tahun Penjara

Tentang sihaj

Baca Juga

Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kedua tersangka perampokan yang berhasil ditangkap massa dan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza …

Tinggalkan Balasan