Gila..Oknum PNS di Baturaja Rela Gadaikan SK Pengangkatan Demi Untuk Beli Sabu

oleh -544 views

Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma SH SIK, saat ungkap kasus  Rabu (21/3) siang. Tampak ketiga tersangka pakai seragam orange dan muka ditutup.foto:net.

BATURAJA (Kabar Rakyat) – Benar-benar kelewatan, seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) –dulu PNS–di lingkungan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) rela menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan dia sebagai pegawai ke bank hanya untuk beli narkoba.  Oknum ASN dimaksud berinisial AP , dia tercatat sebagai salah satu pegawai  di Dinas Pertanian OKU.

Namun AP yang hobi nyabu tersebut, sekarang apes. Saat asyik pesta sabu-sabu di salah satu rumah bandar sabu yang ada di kawasan Km 5 Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Baturaja Kabupaten OKU, aparat kepolisian menggerebek pada Selasa (20/3).
Saat digerebek AP  berseragam dinas lengkap. Wajar karena mereka nyabu saat masih jam kerja.Selain AP, petugas dari Polres OKU juga meringkus  dua pria lain yang juga ikut pesta sabu. Seorang pria AR warga Jl Padat Karya Lrg Kandis Kel Sekar Jaya Baturaja Timur,  tercatat sebagai honorer daerah di Dinas Pertanian OKU, sama dengan AP. Bandar narkoba yang rumahnya digunakan untuk nyabu berinisial  RS, juga digelandang petugas ke Mapolres OKU.

BACA JUGA =  3 Penerjun Payung Mendarat di Luar Lapangan. Atraksi HUT Korpri ke 46 di Griya Sumsel

Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma SH SIK, saat ungkap kasus  Rabu (21/3) siang, menjelaskan penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat. Setelah mendapat informasi, anggota pimpinan AKP Widhi langsung melakukan penyelidikan. Memang bandar RS sudah lama menjadi target petugas. “Penangkapan ini berawal ketika petugas hendak mengangkap tersangka RS, namun saat dilakukan penggerebekan ada dua orang yang tengah memakai sabu,” terang Kapolres OKU NK Widhi.

BACA JUGA =  Pengakuan Prada Deri, Membunuh Karena Vera Mendesak Minta Dinikahi. Lokasi Persembunyian Terlacak Usai Hubungi Keluarga

Penggerebekan itu, selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga mengamankan sabu-sabu seberat 8 gram, klip kecil, uang Rp100 ribu, alat isap bong yang masih berisi sabu bekas isapan serta tiga unit handphone.

RS, sang bandar narkoba terancam pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 UU Narkoba Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman seumur hidup. Sementara untuk dua orang oknum PNS dan Honorer Dinas Pertanian masih dalam penyelidikan namun untuk hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Adanya oknum ASN Pemkab OKU yang ditangkap karena narkoba cukup heboh di lingkungan Pemkab OKU. Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Dr Drs H Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, saat dikonfirmasi mengaku  dirinya baru mengetahui hal tersebut. Namun, dengan tegas Tarmizi mengatakan setiap ASN yang terlibat narkoba tidak akan ada tolerir dari Pemkab OKU. “Silakan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Tarmizi.

BACA JUGA =  Bandit Meresahkan di OKU Tewas Dihantam Timah Panas Polisi

Terkait statusnya sebagai seorang ASN Tarmizi menegaskan jika pihaknya tinggal menunggu putusan dari pengadilan, “Kita lihat dulu putusan dari pengadilan, kalau sanksi pasti kita berikan sanksi kepada oknum tersebut,” tegasnya.

Oknum ASN yang tertangkap , AP mengaku dia sudah kecanduan. Jika  tidak mengonsumsi sabu dirinya akan mengalami lemah fisik dan pegal-pegal. “Aku jugo baru setahun ini jadi pencandu narkoba, duet buat beli narkoba dari minjem duet bank, gadaike SK,” kata AP dengan tatapan mata kosong. Dia seakan tidak peduli, karirnya akan tamat karena narkoba yang dia puja. (sj)