Breaking News
Home / Kriminal / Gila! Lima Siswi SMK Jadi Korban Hipnotis. 2 Unit Sepeda Motor dan Perhiasan Emas Raib

Gila! Lima Siswi SMK Jadi Korban Hipnotis. 2 Unit Sepeda Motor dan Perhiasan Emas Raib

Lima orang siswi SMK korban hionotis saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (23/5).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Nasib malang menimpa lima orang siswi SMK Bakti Persada yang berlokasi Jl  Ahmad Yani Palembang ini. Pasalnya kelima siswi ini telah menjadi korban kejahatan bermodus hipnotis (gendam) oleh orang yang tidak dikenal di kawasan Danau OPI Jakabaring, Rabu (23/5) sekitar pukul 13.00 Wib. Pelaku menggunakan modus operandi berpura-pura bertanya dan memberikan barang berbentuk stambul.
Akibatnya setelah berkomunikasi dan menerima stambul tadi alam pikiran kelima siswi itu dibawah alam sadar. Alhasil ketika pelaku meminta barang berharga milik mereka langsung diberikan saja. Bahkan ketika pelaku membawa kabur sepeda motor korban juga tidak kebettan.

Akibat kejahatan hipnotis tersebut, kelima siswi kehilangan 2 (dua) unit sepeda motor, 5  unit HP, Bahkan perhiasan emas yang mereka pakai berupa kalung dan cincin ikut dipreteli  pelaku.

Ditaksir kelima korban Zpuluhan juta rupiah. Setelah pengarih hipnotis hilang, kelima korban baru sadar barang milik mereka sudah hilang dibawa kabur pelaku. Akhirnya para korban melapor ke SPKT Polresta Palembang.

BACA JUGA =  Polisi Polresta Palembang "Serbu" PIM. Ternyata Ini Penyebabnya..

Kelima siswi yang menjadi korban hipnotis itu adalah Nisa Venesa (16) yang kehilangan perhiasan kalung emas seberat satu suku kalung, cincin emas satu gram serta satu unit HP Oppo, Meliana (16) kehilangan HP Vivo dan satu unit sepeda motor Honda Beat. Nyayu Melani (16) kehilsngan satu unit HP Advance S5, Dwi Iswahyudi (15) kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty, HP Xiomi 4A dan Wiwin Oktaviani (16) kehilangan HP Samsung J7. Mereka nangis dan bingung setelah mengetahui barang milik mereka telah lenyap.

Kepada petugas SPKT,  Nisa menceritakan kejadian bermula saat mereka usai mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS), tidak langsung pulang ke kerumah melainkan kelimanya jalan-jalan ke Danau OPI Jakabaring terlebih dahulu. Setelah sampai lalu mereka berlima duduk-duduk di pinggir danau, tak berselang lama tiba-tiba mereka didatangi seorang laki-laki berumur sekitar 30 tahunan bertanya apakah di daerah tersebut ada pesantren. Pertanyaan itu lalu dijawab salah seorang siswi bahwa disana tidak ada pesantren.

BACA JUGA =  Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Kawasan Silaberanti Nyerah Setelah Kakinya Ditembus Peluru Petugas

Belum usai berbicara dengan laki-laki tersebut, lalu datang lagi seorang laki-laki dengan ciri berbadan tegap yang mengaku sebagai anggota polisi ikut bertanya kepada mereka apa tujuan laki-laki yang pertama tersebut mencari pesantren. “Sepertinya kedua pria tersebut terlihat sudah saling kenal, hingga akhirnya pria yang pertama yang menghampiri kami tadi mengeluarkan sebuah benda terbuat dari kuningan yg ada tulisan arab di dalamnya dari saku kantong celana dan berbicara pelan kepada pria yang yang berbadan tegap” ungkap Nisa diiyakan keempat rekannya yang lain.

Lalu, si pria pertama bercerita dan mengaku dirinya datang dari Yogya dengan tujuan ke Padang namun di Palembang kakeknya sakit dan kini tengah dirawat di RSUD Bari dan meminta bantuan kepada pria yang mengaku-ngaku polisi itu meminjaminya uang untuk biaya pengobatan kakeknya tersebut. Hingga akhirnya si pria yang pertama menyebut barang yang ada di tangannya ini jika dijual bisa laku sekitar Rp100 juta namun dia cuma butuh Rp35 juta saja buat biaya perawatan kakeknya.

BACA JUGA =  Warga Kikim Dihebohkan Adanya Penemuan Emas. Warga Mulai Tertarik Ikutan Nambang

Lalu si pria yang mengaku polisi itupun menyanggupi buat membayar barang tersebut tapi ditolak pria pertama dengan alasan sudah terlebih dahulu bertemu kelima siswi tersebut yang dijanjikan bakal menerima uang Rp15 juta. “Entah bagaimana akhirnya kami menyerahkan motor, HP dan perhiasan emas. Dan dua orang kawan kami Dwi dan Meli ikut mereka buat ngambil uang yg dijanjikan pelaku tersebut sebesar Rp 15 juta di RSUD Bari, tapi sesampai nya di sana kedua temannya tersebut justru ditinggalkan oleh para pelaku. “Kami tersadar telah ditipu saat mendengarkan suara azan,” ungkap Nisa dengan nada bicara tersekat menahan tangis di hadapan petugas,

Dikonfirmasi terkait pengaduan para korban ini, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara,SIk SH MH melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan telah menerima laporannya. “Laporan korban sudah diterima dan telah ditindaklanjuti petugas piket unit pidum Satreskrim Polresta Palembang,” ungkap Andi.(fadil/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan