Fokus Atasi Karhutla, Herman Deru Batalkan Kunker ke Korsel

oleh -88 views

Gubernur Sumatera Selatan,  H Herman Deru. foto:ist/net.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai kepala daerah, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru memutuskan untuk membatalkan agenda kunjungan kerjanya keluar negeri yakni Korea Selatan (Korsel). Mengingat saat ini Sumsel masih dalam status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepastian batalnya kunjungan kerja gubernur ke Korea Selatan dalam rangka menghadiri, undangan Duta Besar Korsel yang meminta Gubernur H Herman Deru memberikan paparan terkait dengan potensi Sumsel yang mungkin dapat dipasarkan di negeri ginseng tersebut. “Akuni ado agenda ke Rumania, urung. Caknyo ke Korsel jugo urung. Pada hal duta besar (Korsel) meminta data potensi daerah untuk dipaparkan disano,” tegas Herman Deru, menjawab wartawan usai menghadiri Silaturahmi dan Penandatanganan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang Pengangkatan Anggota DPRD Terpilih Kabulaten PALI, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Prabumulih Masa Jabatan 2019 – 2024 di Griya Agung Palembang, Senin (16/9/2019).

BACA JUGA =  Jenazah Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Unsri Dikubur di Pemakaman Keluarga. Sopir Tronton Kabur Usai Terjadi Tabrakan

Meski dirinya batal, HD mengatakan tetap mengirim delegasi Pemprov Sumsel yang dipimpin Asisten 1 DR Ahmad Najib , mengingat agenda ke Korsel tersebut cukup penting untuk memperkenalkan potensi Sumsel.

Di kesempatan ini Herman Deru juga mengintruksikan para kepala daerah Bupati/Walikota di Sumsel untuk tidak meninggalkan tempat guna memantau titik api (fire spot) di wilayahnya masing-masing. “ Kepada kepala daerah bupati dan walikota sedetail mungkin pantau ancaman fire spot. Untuk itu saya minta jangan meninggalkan tempat jika memang tidak sangat prinsip,” imbuhnya.
Untuk diketahui seharusnya Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan lawatan ke Korsel beberapa hari hingga tanggal 22 September 2019. Namun dikarenakan bencana asap yang ditimbulkan karhutla menyebabkan semua agenda tersebut terpaksa dibatalkan meski visa sudah keluar dari kedutan Korsel di Jakarta. (rel/humas/krw)

BACA JUGA =  Ombudsman Beri Waktu Sebulan Untuk Wako Palembang Evaluasi Nilai PBB dan NJOP