Breaking News
Home / Hukum / Dua Oknum Satlantas Dikenai Sanksi Disiplin 14 Hari Menginap ‘DiTempat Khusus’. Buntut Viral Video Oknum Satlantas Lakukan Pungli

Dua Oknum Satlantas Dikenai Sanksi Disiplin 14 Hari Menginap ‘DiTempat Khusus’. Buntut Viral Video Oknum Satlantas Lakukan Pungli

 

 Oknum Satlantas Polresta Palembang, Bripka PL dan Bripka TA saat mengikuti sidang disiplin yang dipimpin Wakapolresta Palembang. foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-Bermula dari pelanggaran lalu lintas oleh Raudi (19), mahasiswa salah satu universitas di Palembang, berujung dua oknum anggota polisi lalulintas Polresta Palembang harus mendekam dalam sel tahanan selama 14 hari. Pasalnya aksi oknum polantas yang meminta sejumlah uang kepada Raudi direkam dan dikirim ke youtube lalu taklama  viral di beberapa jejaring media sosial.

Pada Jumat petang (6/4/2018) Raudi mengaku dirinya berpura-pura mengatakan ibunya sakit di rumah sakit dan dan tergesa-gesa serta terpaksa ia lakukan guna berharap bisa lolos dari penilangan petugas Satuan Lantas Polresta Palembang lantaran saat kejadian dia tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal itu disampaikan pengendara sepeda motor tersebut saat dirinya dihadirkan dalam sidang disiplin anggota Satuan Lantas Polresta Palembang di Aula Rapat Lantai II Polresta Palembang bersama pengunggah bernama Benni dengan nama youtube yg sama dan subscribe dan viewers sudah ribuan. Si pengunggah video penilangan tersebut menjelaskan, sebelum pengambilan video, dirinya terlebih dulu memantau Pos Makam Pahlawan dari Halte yang berada di depan lokasi.

Ketika melihat adanya penilangan yang dilakukan oknum petugas di Pos Lantas tersebut dan melihat oknum mahasiswa yang diduga melakukan pelanggaran itu keluar dari pos, ia langsung mewawancarai pelanggar itu untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam pos itu.

BACA JUGA =  Satuan Narkoba Ciduk 5 Pengguna Narkoba. Satunya Berstatus Mahasiswa

Alhasil, setelah berhasil mengajak pelanggar berbincang dan menyerap keterangan pelanggar jika oknum petugas di dalam pos itu diduga melakukan pungli, Benni lantas masuk ke dalam pos sambil mengajak kembali pelanggar itu (Raudi) dan merekam semua dugaan pungli yang diduga dilakukan dua oknum petugas Sat Lantas Polresta Palembang di dalam pos tersebut.
“Sebelumnya saya berada di halte, didepan pos sambil memantau kegiatan disana. Ketika melihat ada beberapa pelangggar yang keluar, saya langsung mewawancarai para pelanggar. Hasil perbincangan, saya lihat ada yang mencurigakan. Setelah itu, saya masuk kedalam pos sambil merekam keadaan pelanggaran dugaan Pungli yang dilakukan oknum petugas di pos itu. Ini sengaja saya lakukan, atas kemauan pribadi bukan ada perintah atau lainnya. Ini bentuk kekecewaan saya kepada kinerja petugas khususnya petugas Sat Lantas dalam menjalankan tugas yang saya nilai kerap melakukan pungli, Saya ditahun 2015 kemarin, pernah mengalami kejadian seperti ini,” katanya.

Sementara Waka Polresta Palembang, AKBP Rahmad Prasetyo didampingi Kasat Lantas, Kompol Andi Baso Rahman mengatakan, sidang disiplin pelanggaran dua oknum petugas tersebut secara forum menjatuhkan hukuman penempatan khusus selama 12 hari karena terbukti melakukan pungli. “Kita berharap ini menjadi pembelajaran bagi jajaran kita kedepannya supaya hal semacam ini tidak terulang lagi karena siapapun yang terlibat pungli, baik penerima ataupun pemberi bisa dikenakan sanksi pidana, dan jangan sampai kejadian serupa terulang mencoreng citra Kepolisian,” terang Prasetyo yang memimpin jalanan sidang disiplin dua oknum petugas Sat Lantas Polresta Palembang.
“Saya tegaskan, seharusnya masyarakat yang melanggar lalulintas harus menerima jika bersalah dan melanggar lalulintas, jangan pernah memberikan suap agar lolos dari penilangan karena
pemberi dan penerima bisa di pidana. Ini sepertinya sengaja dilakukan untuk
menurunkan citra polisi di masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA =  Aparat Polresta Palembang Amankan Pelaku Hate Speech

Dijelaskan pria yang akrab disapa Yoyo ini, masih banyak masih banyak anggota Polri di lapangan yang benar-benar mengabdikan diri di masyarakat. “Banyak anggota kita yang melakukan hal baik. Kenapa terus-terus saja pemberitaan semacam ini yang di publis. Banyak anggota kita yang melalukan hal baik untuk masyarakat,” tandasnya.

Di beritakan sebelumnya jagat dunia maya dihebohkan dengan adanya kasus Pungli yang diduga dilakukan oknum petugas Sat Lantas Polresta Palembang.

Mencuatnya kasus ini, membuat Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Andi Baso Rahma, Kamis (5/4/2018) angkat bicara.
Andi mengaku, memang dua oknum yang melakukan Pungli di Pos Lantas Makam Pahlawan beberapa hari kemarin sempat viral di Medsos adalah anggotanya. “Memang ada video viral yang dilakukan oleh anggota saya yang disangkakan telah melanggar peraturan khususnya pelanggaran disiplin berupa Pungli terhadap pengendara motor,” katanya.

Dijelaskan Kasat Lantas yang belum sampai dua bulan menjabat di Polresta Palembang ini, dalam video tersebut terlihat ada tiga anggotanya yang disangkakan telah melakukan Pungli namun dari hasil pemeriksaan, dari ketiga anggota itu hanya dua anggota yang terbukti melakukan Pungli.

BACA JUGA =  Jelang Asian Games Kapolresta Akan Bertindak Tegas Terhadap Pelaku Kriminal di Palembang 

“Ada tiga anggota di video tersebut, namun satu tidak terlibat dan duanya sedang dalam pemeriksaan oleh Propam Polresta Palembang dan Propam Polda. Kedua anggota yang diperiksa yakni Bripka PL dan Bripka TA, jika terbukti bersalah kedua oknum itu bisa kena sanksi disiplin dan dipindahkan, bahkan sanksi berat bisa dipidanakan,” katanya.

Dalam kasus ini, diterangkan Andi, pihaknya juga akan memeriksa beberapa korban yang disangkakan telah memberi suap kepada anggotanya.
“Kami juga akan melakukan langkah-langkah hukum karena saat ini anggota kami juga akan ditindak hukum atas perbuatannya, kami juga akan melakukan tindakan hukum bagi masyarakat yang melakukan suap kepada anggota,”  akunya.
Andi menjelaskan, sebagian dari hasil pemeriksaan anggotanya yang diperiksa oleh Propam setelah melihat berita acara, memang dari masyarakatnya yang minta untuk tidak ditindak karena yang bersangkutan melanggar, karena mereka melanggar. “Jadi, disana ada semacam transaksi untuk bebas dari pelanggaran yang mereka lakukan. Anggota kami juga kalau tidak ditawari maka anggota kita juga tidak melakukannya,” ujarnya.

Apakah penggungah video juga dipanggil oleh kepolisian? Andi mengungkapkan kalau pihaknya telah memanggilnya. “Kami berterima kasih kepada pengguna video, tapi cara yang disampaikan salah. Karena kami disini ada pimpinan seharusnya disampaikan kepada kami maka kami juga akan menindak anggota yang melakukan Panggil dan calo,”  terangnya.(fadil/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan