Dua JCH OKI Tarik Setoran Pelunasan Bipih 1441 H

oleh -52 views

Foto : nis/krw  Sejumlah calon haji saat mendaftar di PTSP kemenag OKI.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Dua Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang batal berangkat ke tanah suci Makkah tahun ini atau 1441 H karena pandemi virus Corona atau Covid-19, menarik kembali setoran pelunasan Biaya Pelunasan Ibadah Haji (Bipih) ke Ditjen penyelenggaraan haji dan umrah Kementerian Agama RI.

” Iya ada dua JCH kita yang mengajukan permohonan pengembalian atau mengambil setoran pelunasan biaya haji dan telah diproses serta telah selesai, ” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten OKI H Ahmad Syukri melalui Kasi Penyelengara Haji dan Umrah, Drs H Mutawali MPdi, kepada Kabar Rakyat, Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, untuk informasi setoran BIPIH boleh diambil kembali oleh JCH telah disosialisasikan setelah adanya Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 Tanggal 02 Juni 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M.

BACA JUGA =  Operasi Zebra Musi, Satlantas Polres OKI Tilang 843 Pelanggar Lalin

” Maka setelah disampaikan, ternyata ada dua JCH yang menarik kembali Bipih, dimana untuk jadwal permohonan penarikan kembali mulai awal Juni lalu hingga akhir Juni ini. Saat ini untuk dua JCH prosesnya telah selesai dan telah menerima kembali uang Bipih nya dari Bank tempat yang bersangkutan mendaftar awal haji, ” ungkapnya.

Dia menjelaskan, adapun kedua JCH yang menarik kembali Bipih tersebut berasal dari Desa Lubuk Makmur Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten OKI dengan alasan sangat membutuhkan dana tersebut. Yakni atas nama JCH Solikhin Al Furqon (51) dan Siti Muzayanah (44), keduanya pasangan suami istri.

BACA JUGA =  KPU Provinsi Sumsel  bersama KPU Kota LubuklinggauLakukan Pendataan Warga Binaan

” Untuk kedua JCH ini hak keberangkatannya tetap, yakni dijadwalkan tahun 2021 nanti bersama JCH lainnya dengan jumlah total yang berangkat sebanyak 449 JCH, “jelas Mutawali.

Lanjutnya, lalu bagi JCH yang telah melunasi dan tidak mengambil Bipih, maka setoran Bipih mereka akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Untuk diketahui Mutawali menegaskan, Bipih ada dua setoran terdiri setoran awal dan setoran pelunasan. Terkait pengembalian uang Bipih oleh Calon Haji sesuai PMA 494 tahun 2020 ada tiga pilihan, yaitu jika Bipih diambil semuanya senilai Rp 35.972.602,- (setoran Awal Rp 25 juta dan setoran Pelunasan). Itu status nomor porsi haji dinyatakan hangus. Lalu calon haji dinyatakan mengundurkan diri, sehingga hilang hak untuk berangkat haji tahun 1442H/2021M.

BACA JUGA =  INI TARGET ONSTREAM PROYEK HULU MIGAS TAHUN 2018

Lalu, jika Bipih diambil hanya uang pelunasan, maka statusnya masih memiliki porsi. Meski setoran pelunasannya diambil. Jadi Calon Haji tidak kehilangan haknya sebagai calon haji yang akan berangkat haji pada tahun 1442H/2021M. Dimana mereka nantinya akan melunasi kembali Bipih pada tahun 2021. Kemudian masih kata Mutawali, jika Bipih dana setoran awal dan setoran pelunasan tidak diambil, maka aman tidak ada masalah. Dana tersebut secara otomatis disimpan di BPKH status sebagai Lembaga negara. (nis/krw)