Ditagih Hutang Terjadi Keributan, Berujung Tikaman 4 Lobang. Kete Tewas Seketika di TKP

oleh -303 views

Tersangka Edi (tengah). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (KabarRakyat)- Masalah hutang, membuat  Arifai alias Kete (46) harus meregang nyawa ditangan Edi (38), setelah duel saat pulang kondangan.
Peristiwa berdarah itu terjadi Sabtu (8/6/2019) sekira pukul 14.30 Wib di Jalan Simoang Tiga Desa Lebung Batang Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Dikatakan Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra SH SIk MM melalui Kapolsek Pangkalan Lampam Iptu Budhi Santoso SH didampingi Paur Subag Humas Polres OKI, Ipda M Nizar, korban ada hutang pembelian kayu kepada tersangka senilai Rp 4 juta. Rupanya sebelum kejadian antara keduanya bertemu di lokasi kejadian, tersangka Edi langsung menanyakan hutang kepada korban.
Saat itu korban Kete yang sedang mengendarai sepeda motor pulang dari kondangan dan melintas di lokasi kejadian bertemu tersangka yang juga mengendarai motor. ” Langsung saja tersangka berhentikan motor korban yang berboncengan dengan saksi Marturi. Saat korban berhenti, tersangka turun motor dan menghampiri dan menanyakan hutang karena sudah 2 tahun tidak dibayar, sehingga terjadi ribut mulut antara keduanya,”ungkap Nizar, Minggu (9/6/2019).
Lanjut Nizar, saat ribut mulut itu tersangka mencabut pisau dari pinggang dan langsung tusuk korban pada bagian dada kiri dan badan sebanyak 4 kali. Sehingga membuat korban terjatuh dari motor. Akibat penganiayaan tersangka korban yang banyak kehilangan darah segar akhirnya meregang nyawa hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP) . Melihat korban sudah tidak bernyawa, tersangka Edi warga Desa Air Pedaro Kecamatan Pangkalan Lampam ini langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya.
M Nizar menambahkan, usai peristiwa itu, jajaran Polsek Pangkalan Lampam dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Budi Santoso SH melakukan penangkapan terhadap tersangka.

BACA JUGA =  Pihak SMA Taruna Indonesia Datangi Keluarga Wiko. Serahkan Uang Duka dan Pengembalian Biaya Pendaftaran Sekolah Almarhum

Ternyata tersangka Edi bersembunyi di hutan Desa Air Pedaro, barulah sekira pukul 18.30 Wib mendapatkan informasi itu langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan berhasil. Dalam penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.
” Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Pangkalan Lampam. Anggota kita meredam keluarga korban untuk merusak rumah tersangka,”tandasnya.
Atas perbuatan tersangka terhadap korban Kete yang merupakan warga Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam ini akan dikenakan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP. (nis/krw)

BACA JUGA =  Herman Deru Bangga Anak-Anak Sumsel Diajarkan Cinta Sejarah Sejak Dini