Dinas Pertanian Prabumulih Turunkan Tim Cek Kesehatan Hewan Kurban Secara Rutin

oleh -148 views

Tim Dinas Pertanian melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan yang dijual untuk kurban di Kota Prabumulih. foto:dian/krw.

PRABUMULIH (Kabar Rakyat) – Mendekati lebaran Idul Adha, penjual hewan kurban di Kota Prabumulih semakin menjamur. Kendati demikian permintaan hewan kurban di tahun ini nyatanya cenderung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Tobek, salah-satu penjual hewan kurban di Jalan Jenderal Sudirman, kelurahan Cambai, kecamatan Cambai, Kota Prabumulih mengaku tahun ini omset penjualan menurun drastis. “Jumlah pembeli menurun jauh, harga hewan juga jauh turun,” keluhnya.

Kalau tahun sebelumnya permintaan pembeli mencapai 90 persen di tahun ini permintaan pembeli hanya sekitar 60 persen saja. “Jadi jumlah permintaan pembeli menurun sekitar 30 persen,” sambungnya.

BACA JUGA =  Empat Kades Airsugihan Dilantik Wabup OKI. Sugeng Perjuangkan Bangun Jembatan Penghubung

Terlebih lagi, kata dia. Saat ini sudah ada sepuluh ekor kambing dagangannya yang mati dan beberapa diantaranya lagi ada yang sakit. “Sudah sepuluh ekor kambing yang mati, ada yang memang sakit ada juga yang mati terjepit dalam perjalanan. Kerugian capai Rp20 an juta,” sesalnya.

Belum lagi banyak kambing yang sakit. “Tapi mau bagaimana lagi inilah resiko pedagang,” imbuhnya seraya mengaku semua hewan dagangannya itu didatangkan dari Lampung Barat Kabupaten Liwa.

Sementara itu, Drh Nora, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Prabumulih di sela-sela sidak hewan kurban mengaku ke sepuluh kambing yang mati tidak mempunyai riwayat penyakit serius. “Kita sudah dengar keluhan 10 kambing mati, banyak mati karena masuk angin, perubahan cuaca atau bisa jadi terlalu berdesakan di dalam transfortasi dan bukan karena penyakit khusus,” tegasnya.

BACA JUGA =  Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 5,5 Kg Sabu

Dirinya pun menerangkan masuk angin memang sangat rentan terhadap hewan. Dalam kesempatan itu pula, pihaknya pun mengaku sudah mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bagi penjual hewan kurban.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Samsurizal mengaku pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengecek hewan kurban secara rutin sejak beberapa minggu lalu. “Saat ini yang terdata di kita ada sekitar 27 tempat penjualan hewan kurban dengan jumlah 760 an ekor kambing, 313 ekor sapi dan 2 ekor domba,” imbuhnya.

BACA JUGA =  Bupati Muba, Dodi Reza Jadi Pembicara di The 24th Conference Of The Parties To The United Nations Framework Convention On Climate Change (COP-24 UNFCCC)

Berdasarkan hasil pengecekan, kata dia. Semua pedagang mempunyai SKKH dan hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan sudah memenuhi syarat untuk kurban . “Tadi juga ada kambing yang luka karena terkena kayu tapi sudah kita berikan obat,” tukasnya seraya menyebut rata-rata kambing dijual dengan harga Rp2juta-Rp4 juta dan sapi dijual dengan harga Rp11 juta- Rp17 juta. (dian/krw)