Diduga Sakit, Sopir Truk Fuso Meninggal Dalam Mobilnya Yang Parkir Di Fly Over Nilakandi Kertapati

oleh -404 views

 

Jenazah Basri yang meninggal dalam truk fuso yang dibawanya saat diidentifikasi tim Polresta Palembang, Kamis (18/5) pagi. foto:sd/net.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)– Warga curiga ada truk fuso parkir sudah 3 hari tidak bergeser dari tempatnya. Selain mengganggu pengendara mobil sebesar itu parkir di pinggir jalan, masyarakat juga ada kekhawatiran apalagi banyak bom yang meledak akhir-akhir ini. Warga lalu melapor ke Polsek Kertapati.

BACA JUGA =  Perampok Pemudik Diperintahkan Tembak Di Tempat. Polresta Palembang Gelar Apel Pasukan Penanggulangan Curas Untuk Pemudik Lebaran

Kapolsek Kertapati, Kepala SPKT lalu menuju ke lokasi dimana mobil Truk Fuso warna merah nopol BA 9109 QU yang parkir di fly over Nilakandi Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati,  Kamis (18/05/2018) sekira  pukul 08.00 WIB.

Namun saat dicek ternyata sopir fuso yang diketahui dari kartu identitasnya bernama Basri (58) warga Kampung Jua No 108 RT 01 RW 02 Kelurahan Kampung Jua Nan XX Kecamatan Lubung Begalung Padang itu sudah tak bernyawa. Basri diduga meninggal karena sakit dalam mobil yang dibawanya.

BACA JUGA =  Polisi Ringkus 2 Tersangka Pembunuh Siswa SMK yang Mayatnya Dibuang Dalam Sumur. Penadah Motor Korban Juga Diringkus

Mendapati itu petugas lalu mengevakuasi jenazah Basri ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan visum et repertum.

Seorang warga sekitar TKP , Jamusir Ahmadun (55) mengaku melihat mobil itu parkir sudah tiga hari . “Saya lihat mobil itu terparkir sejak Senin (14/05) pukul 17.15 WIB. Setelah lama tidak jalan saya lalu mengintip dari kaca jendela ternyata ada sopirnya, namun saat saya ketuk kacanya tidak ada respon,” beber Jamusir.

BACA JUGA =  Cari Uang Jajan, Pemuda Rampas Tas Wanita Paruh Baya

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH melalui Kanit Identifikasi, Ipda Agus Wijaya SPsi, menyatakan untuk sementara kami menyimpulkan korban meninggal dunia karena sakit. ” Sebab tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Namun tetap akan kami  kami lakukan visum,” jelasnya.(fadil/krw).