Breaking News
Home / Kriminal / Diduga Menipu Kontraktor, Mantan Ajudan Wawako Prabumulih Dipenjara. Janjikan Proyek dan Minta Uang Rp 140 Juta

Diduga Menipu Kontraktor, Mantan Ajudan Wawako Prabumulih Dipenjara. Janjikan Proyek dan Minta Uang Rp 140 Juta

PRABUMULIH (Kabar Rakyat) – Seorang mantan ajudan Ridho Yahya saat  menjabat Wakil Walikota (Wawako) Prabumulih berinisial Md  dikabarkan mendekam dalam tahanan Mapolres Prabumulih, sejak Rabu (8/5) sore kemarin.

Diduga penahanan tersebut  terkait janji proyek yang ditawarkan tersangka Md kepada  seorang kontraktor bernama Indra Gunawan, pada April 2017 yang lalu.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Tavolta H, saat dihubungi wartawan via pesan singkat, membenarkan adanya penahanan terhadap Md tersebut. “Betul (adanya penahanan terhadap Md, Red) untuk detail silahkan ke Kasatreskrim ya,” demikian pesan singkat Tito kepada wartawan, Kamis (10/5).

Kasatreskrim Polres Prabumulih, AKP Eriyadi Yuswanto saat dihubungi wartawan juga membenarkan adanya penahanan terhadap Md tersebut. “Ya (ada penahanan terhadap Md, red). Kasus penipuan dan penggelapan. Pelaku menjanjikan korban akan dapat proyek, dan ternyata program tidak mendapatkan proyek yang dijanjikan. Bahkan, uang korban tidak dikembalikan. Jadi bukan terkait fee proyek,” ungkap Eriyadi.

BACA JUGA =  Massa GAS Geruduk Kantor DPRD Palembang. Minta Diusut Dugaan Penyalahgunaan APBD Terkait Penambahan Honor Ketua RT dan RW Tanpa Persetujuan Banggar

Sebelumnya, Md dilaporkan oleh salah satu kontraktor, Indra Gunawan yang meminta proyek kepada Md yang kala itu sebagai ajudan Wawako Prabumulih, H Ridho Yahya. Namun, janji tersebut tidak kunjung terealisasi. Bahkan, sampai saat ini, uang yang disetor Indra ke Md belum dikembalikan.

Merasa ditipu Indra Gunawan yang tercatat sebagai warga Jalan Kepodang Kelurahan  Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat itu lalu melaporkan Md ke Polres Prabumulih. Laporannya tercatat dalam laporan polisi (LP) Nomor LP-B/129/IX/2017/RES PRABUMULIH. Indra mengaku telah ditipu dan kehilangan uang  sebanyak Rp140 juta.

BACA JUGA =  Buntut Penghadangan Mobil Sosialisasi Kolom Kosong, Panwaslu Prabumulih Terancam Dipolisikan

Dalam laporannya, Indra mengaku, uang proyek diberikan ke Mf pada 10 April 2017 silam, di Jalan Perintis Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur. Dana tersebut sebagai uang setoran proyek senilai 12 persen dari paket proyek. Jika uang sudah disetorkan, Md berjanji akan memberikan proyek yang dimaksud kepadanya. Indra mau menyerahkan uang kepada tersangka Md karena kapasitas dia (Md) sebagai kerabat dan juga ajudan Wakil Walikota Prabumulih, Ridho Yahya. “Uang sudah diberikan Rp 140 juta dengan bukti kwitansi kepada Md sebagai setoran uang proyek 12 persen. Setelah ditunggu tunggu beberapa bulan, ternyata proyek yang dijanjikan tidak dapat. Malah, informasinya orang lain yang dapat. Bahkan saat mencoba melakukan penawaran berkas lelang proyek pembangunan gedung serba guna Kepodang dengan nilai paket Rp 975 juta di LPSE Pemkot Prabumulih, tenyata tidak bisa masuk untuk melakukan penawaran,” ungkap Indra kesal kepada wartawan. Dia terpaksa melaporkan Md karena uang yang diserahkannya itu juga hasil meminjam dengan orang lain.

BACA JUGA =  Kompol Muhammad HM Resmi Menjabat Kabagren Polres Prabumulih

Indra mengaku dia berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan dengan Md. Dia minta kepada Md secara baik-baik  agar uangnya dikembalikan namun Md selalu menghindar dan terkesan merasa tidak merasa bersalah. “Waktu saya tagih Md selalu mengelak. Bahkan berjanji akan menggantikan dengan proyek yang lain,”kata Indra Gunawan. Kasus tersebut sekarang masih ditangani pihak Polres Prabumulih. (dian/krw).

Tentang sihaj

Baca Juga

Tertibkan Aset Desa, Operator Aset Desa Muaraenim Ikuti Bimtek SIPADES

Para peserta bimtek Sipades dari Kabupaten Muaraenim di Hotel Beston Palembang. foto:dian anggraini/krw. PALEMBANG  (Kabar …

Tinggalkan Balasan