Didi Dihabisi dengan Tiga Tusukan di Punggung

oleh -270 views

­

Adegan rekonstruksi tersangka Mamad saat menikam punggung korbdn Didi hingga menyebabnya meninggal dunia, Rabu (28/2). foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Jajaran penyidik Reskrim Polsek Kertapati melakukan rekontruksi kasus pembunuhan korban Didiansyah (36) dengan tersangka M Suharto alias Mamad (21) warga Jl Yusuf Singadekane Lrg Tembusan Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati, Rabu (28/2). Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung Kapolsek Kartapati, AKP I Putu Suryawan dan Kanit reskrim Iptu Danny Irawan ini untuk pelaku utama diperankan tersangka Mamad sementara korban oleh petugas dari Polsek Kertapati serta tiga orang saksi. Total ada 16 adegan dalam rekon kali ini diawali adegan perkelahian antara tersangka dengan korban yang terjadi pada 13 Februari 2018. Perkelahian itu sempat dilerai salah salah seorang saksi bernama Gudu.

BACA JUGA =  Saksi : Tanpa Ada Ribut, Langsung Pukul, Kasus Kades Aniaya Anggota BPD, Hadirkan Dua Orang Saksi

Selanjutnya, setelah kejadian baik tersangka maupun korban kembali ke rumah. Setelah itu, saksi Gudu datang ke rumah tersangka dan menasehatinya, dilanjutkan di adegan ketiga dimana korban yang datang ke rumah tersangka yang jaraknya berdekatan dengan rumahnya. Melihat korban mendekati palaku, Gudu pun menyuruh pelaku masuk ke dalam rumahnya. Lalu saat korban masuk rumah, korban pun melempar pelaku dengan mengunakan pecahan genteng.
Singkatnya, pada adegan keenam, pelaku pun keluar rumah dengan membawa sebilah sajam ditangan kanan, sedangkan posisi korban masih berada dibelakang rumah pelaku. Lalu pelaku dan korban saling berhadapan, kemudian korban mencekik leher pelaku.
Kemudian puncaknya pada adegan ke-12, dimana pelaku menekan punggung korban, dan pada adegan ke-13, pelaku pun menusuk korban sebanyak tiga kali dan mengenai punggung korban. Setelah itu pelaku langsung
melarikan diri. Sedangkan korban langsung dilarikan saksi ke rumah sakit namun nyawanya tak dapat lagi tertolong .
Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Sumarwan menjelaskan proses rekon ini digelar untuk memperjelas kasus pembunuhan ini bagi penyidik. “Rekon digelar untuk lebih memperjelas duduk perkaranya dan jika berkasnya sudah lengkap dan siap, berkas ini pun langsung akan dilimpahkan ke kejaksaan, untuk tahap selanjutnya,” tegas Putu, kemarin (28/2).
Kuasa hukum korban, Desmon Simanjuntak SH, menegaskan pihaknya cukup puas setelah menyaksikan secara langsung jalannya rekonstruksi ini. “Dengan adanya dua alat bukti awal pun sudah benar
(keterangan saksi, keterangan ahli dan tahapannya pun juga sudah benar,” jelas Desmon.
Lanjut Desmon, ia dan keluarga korban pun meminta keadilan
seadil-adilnya. ” ini tindak pidana pembunuhan jadi sesuai hukumnya
juga pasal pembunuhan. Apalagi korban ini merupakan tulang punggung keluarga, yang mempunyai istri dan tiga orang anak,” tutupnya. (fadil/krw)

BACA JUGA =  Siang Bolong Pengusaha Sawit Dirampok Depan Rumahnya. Uang Rp250 Juta Raib, Kaki Bolong Ditembak Perampok