Dengan Wajah Ditutup Kain Oknum Trantib Copoti Poster Sarimuda-Rozak. Febuar Ancam Laporkan Oknum Trantib

oleh -357 views

Oknum Trantib salah satu kelurahan di Kota Palembang dengan muka ditutup kain sedang mencopoti poster Sarimuda-Rozak, Calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang Nomor Urut 2. foto: ist/net.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Semakin hari semakin dekat hari pencoblosan pilkada serentak 27 Juni 2018. Semua timses semakin gencar berjuang di lapangan agar calon jagoan mereka menang. Begitu pula yang terjadi di Kota  Palembang. Ada 4 pasang calon yang bersaing untuk merebut hati rakyat agar dapat memimpin Kota Palembang yakni pasangan Petahana, Harno-Fitri (nomor 1), Sarimuda-Rozak (nomor urut 2), Akbar Alfaro – Hernoe Roespriadji (nomor urut 3), Mularis Djahri – Syaidina Ali (nomor urut 4). Namun sepertinya pantauan di lapangan, yang bersaing ketat adalah pasangan petahana, Harno-Fitri dan pasangan nomor urut 2, Sarimuda-Rozak.

Mengapa? Karena sebenarnya pada pemilihan Walikota Palembang periode 2013-2018 tahun 2013, pemenangnya adalah Sarimuda-Nelly. Hasil penghitungan KPU Palembang, Sarimuda-Nelly unggul 8 suara dari pasangan Romy Herton (alm) – Harnojoyo. Namun karena ada ‘sesuatu’ maka pasangan Sarimuda-Nelly dikalahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu diketuai Akil Mochtar yang sekarang masih mendekam dalam penjara. Adanya ‘sesuatu’ itu bahkan ditegaskan dengan bahasa yang lugas dan berani oleh mantan Walikota Palembang dua periode, Ir H Eddy Santana Putra, MT atau biasa akrab dipanggil ESP.

BACA JUGA =  Usai Nonton Pidato Kenegaraan RI, DPRD Lahat Sidang Paripurna Mengumumkan Bupati dan Wakil Bupati Lahat Terpilih Periode 2018-2023

Menurut ESP,  Sarimuda-Nelly menang namun MK disogok Rp 20 Miliar. “Pada pilwako tahun 2013 lalu Pak Sarimuda itu menang namun karena MK disogok Rp20 Miliar maka keluar keputusan Pak Sarimuda kalah dan walikota yang menjabat sekarang ini dimenangkan. Jadi Jelas dalam hal ini Pak Sarimuda sudah dizholimi,” kata ESP setiap kali berbicara di tengah masyarakat.

Dukungan warga masyarakat Kota Palembang terhadap Sarimuda-Rozak semakin kuat dan solid. Para loyalis semakin solid ditambah dukungan kader partai pengusung serta masyarakat Kota Palembang yang memang mencintai Sarimuda.

Pihak petahana (Harno-Fitri) terlihat hanya menganggap Sarimuda-Rozak adalah pesaing terberat mereka. Indikasinya ada viral video di medsos, oknum anggota trantib salah satu kelurahan di Kota Palembang sedang mencopoti poster (gambar) Sarimuda-Rozak. Alasan mereka, pencopotan memang ada perintah untuk membersihkan semua alat peraga pilkada di ruas-ruas jalan di Kota Palembang. Namun ironisnya poster Harno-Fitri tidak dicopot padahal bentuknya lebih besar dan letaknya berdekatan dengan poster Sarimuda-Rozak yang dicopot.

BACA JUGA =  Polres OKI Mulai Pengamanan Pemilu 2019

Oknum Trantib sedang beraksi mencopoti poster Sarimuda-Rozak. foto:ist/net.

Selain itu hasil pantauan KabarRakyat.Website, beberapa oknum Ketua Rukun Tetangga (Ketua RT) aktif mendatangi rumah warga untuk melihat Pajak Bumi Bangunan (PBB). Oknum Ketua RT-Ketua RT  itu mengatakan seakan ada program Harno-Fitri yang membantu untuk membayarkan PBB warga. Jika PBB Rp100 ribu ke bawah  langsung dibebaskan dan diberi cap lunas.

Contoh PBB milik warga yang sudah diberi cap lunas oleh oknum Ketua RT di salah satu kelurahan di Kota Palembang. foto: ist/net.

Namun ternyata menurut Ketua Tim Advokasi Sarimuda-Rozak, H Febuar Rahman SH, dia menegaskan kalau soal PBB ini masyarakat sudah tahu kalau ini (pelunasan PBB Rp100 ribu kebawah, Red) adalah program dari kementerian atau pemerintah pusat. ” Sehingga masyarakat jadi tahu kalau diklaim adalah program Harno itu hanya tipu-tipu. Ketua RT melakukan pendataan ke masyarakat menjadikan semakin terbuka mata masyarakat bahwa ini memang program pemerintah pusat bukan program salah satu Calon Walikota termasuk calon dari Petahana,” tegas Febuar.
Febuar juga menyoroti soal aksi pencopotan banner dan poster Sarimuda-Rozak. “Kerja yang nyapeki dan sia-sia jika tujuannya untuk membikin agar Sarimuda tidak dikenal masyarakat karena masyarakat  sudah tahu dan dekat dengan Pak Sarimuda. Jadi tanpa banner pun masyarakat sudah tahu bahwa Sarimuda adalah calon Walikota Palembang dengan nomor urut 2,” kata Febuar yang juga Ketua DPD Partai Perindo Sumsel.        Namun apa yang telah dilakukan oknum trantib yang hanya mencopot poster Sarimuda-Rozak, Febuar tetap akan menempuh jalur hukum. ” Kita akan laporkan oknum tersebut bila kita sudah mendapatkan bukti dan saksinya. Dan saya juga menghimbau kepada aparat keamanan untuk melakukan pencegahan atau antisipasi terulangnya hal seperti ini karena bisa menyulut timbulnya benturan antara pendukung dengan oknum trantib yang tebang pilih itu di lapangan,” imbau advokat senior di Palembang tersebut. (sihat/krw).

BACA JUGA =  Akses Jalan Ditutup Warga Perumahan Afila Permai, Warga RT 19 Akan Lapor Bupati. Kondisi Kedua Warga Rawan Gesekan Bupati Harus Segera Mencari Solusi