Breaking News
Home / Sumsel / OKI / BPS OKI Akan Updating Podes 2019

BPS OKI Akan Updating Podes 2019

Jaya DampurnsJaya Sampurna SE,  TU BPS OKI. foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (KabarRakyat) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akan melaksanakan pemutakhiran data perkembangan Desa 2019 (Updating Podes 2019). Itu akan dilaksanakan mulai 17 Juni hingga 5 Juli 2019 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala BPS Kabupaten OKI, Yudhistira Arya Noegraha melalui TU, Jaya Sempurna SE didampingi Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, Maria Ulfa SST, saat dibincangi Kabar Rakyat, Rabu (12/6/2019). Menurut dia, kegiatan Podes 2019 ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten OKI.Dikatakan Maria, tujuan dilaksanakannya data potensi Desa (Podes) yang merupakan satu-satunya sumber data BPS yang berbasis wilayah dan berguna sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah, mengetahui potensi wilayah setingkat desa/kelurahan, bahan penyusunan berbagai analisis dan kebijakan terkait kewilayahan dan juga sebagai penghitungan indikator-indikator pembangunan/kemajuan desa/kelurahan.

BACA JUGA =  Kepsek SMPN 10 Pangkal Pinang Bantah Kekerasan terhadap Siswa Terjadi di Sekolahnya

Yakni seperti indeks kesulitan geografis (IKG), serta dapat digunakan untuk mengevaluasi pembangunan desa dan implementasi dana desa yang telah dikucurkan. Lanjut dia, adapun petugas yang dilibatkan dalam kegiatan Podes ini yakni ada sebayak 41 orang yang telah direkrut dan dilatih. Yakni petugas mitra statistik dan petugas organik BPS sendiri. Semua petugas tersebutlah yang melakukan pemutakhiran data perkembangan desa seluruh desa/kelurahan di Kabupaten OKI yang terdiri 327 desa/kelurahan. ” 41 orang petugas inilah yang pemutakhiran data perkembangan desa, dimana 1 kecamatan ada 2
orang petugas, jadi 1 petugas mendata kurang lebih 10 desa,”ungkap Maria.
Masih kata dia, nantinya petugas mendatangi kantor desa, kades, aparat desa (kasi, kaur, tokoh masyarakat desa). Tetapi, petugas juga bisa mendatangi puskesmas, bidan ataupun petugas kesehatan dalam hal mendapatkan data.      Hasil dari pendataan dengan wawancara tersebut diinput dalam Hp Android yang telah ada aplikasi khususnya. ” Walaupun dalam hal pendataan menggunakan Hp Android tetapi tidak terkendala dengan sinyal. Karena bisa dipending mencari lokasi yang ada sinyal setelah wawancara. Jadi tidak mesti selesai langsung input, asalnya datanya telah disimpan,”bebernya.
Kegiatan Updating Podes ini sambung Maria, pelaksanaanya seharusnya dua tahun sebelum sensus penduduk yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. Tahun 2018 lalu Podes juga telah dilaksanakan dan tahun 2019 ini adalah pemutakhirannya. Nantinya juga mencakup data pendidikan, kesehatan, keuangan (bank, koperasi) dan infrastruktur (nis/krw)

BACA JUGA =  Buron Selama 3 Minggu, Batin Adi Kian Tersiksa. Akhirnya Serang KM 'Awet Muda' Ini Menyerahkan Diri ke Polisi

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan