Breaking News
Home / Sumsel / Muara Enim / BNNK Muara Enim Gelar Raker Bersama Instansi Pemerintah

BNNK Muara Enim Gelar Raker Bersama Instansi Pemerintah

 

Suasana rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba, Senin (7/5).foto:adrianpradifta/krw.
MUARAENIM (Kabar Rakyat)- Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muaraenim menggelar rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama instansi pemerintah di lingkup Kabupaten Muaraenim. Rapat kerja yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Griya Sintesa, Senin (7/5) itu, dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim, H Hasanudin, dan diikuti 43 peserta dari dinas/instansi lingkup Pemkab Muaraenim

Kepala BNNK Muaraenim, Ika Wahyu Hindaryati menjelaskan, raker bersama instansi pemerintah ini sebagai upaya kerja sama dalam menyelesaikan masalah narkotika, sehingga dapat meminimalisir dan mencegah korban penyalahgunaan narkotika. “Di sini kita sekaligus mendorong intansi pemerintah agar membentuk Satgas Anti Narkoba, dan juga agar ikut mensosialisasikan P4GN serta mengikuti tes urine secara mandiri,” jelasnya.

BACA JUGA =  BNNK Muara Enim Gelar Tes Urine Sopir dan Kernet. Seorang Sopir AKAP Diduga Konsumsi Narkoba

Sekda Muaraenim, H Hasanudin mengaku menyambut baik raker pemberdayaan anti narkoba tersebut. Karena menurutnya, narkoba lebih bahaya dibandingkan kasus korupsi bahkan terorisme. “Apalagi Presiden dan Kapolri telah menyatakan bahwa Indonesia telah darurat narkoba,” kata Sekda.

Sekda mengatakan, narkoba bisa menjadi bencana jika sampai meracuni generasi saat ini. Sebab, lanjut Sekda, kemajuan negara akan tergantung pada negara mempersiapkan dan mengelola sumber daya manusia, khususnya generasi penerus bangsa.

BACA JUGA =  Bayu Apriansach Diprediksi Melenggang Ke DPRD OKI

Pemimpin masa depan adalah generasi sekarang. Maka dari itu, lanjut Sekda, mari kita sama-sama jaga generasi masa depan agar tidak terjerumus menggunakan narkoba.

Dirinya mengajak semua pihak bersatu padu dan menyatukan visi serta persepsi bahwa narkoba sangat berbahaya dan harus diberantas. Karena, menurut Sekda, tugas memberantas narkoba bukan hanya tugas BNN atau instansi lain saja. “Jangan sampai BNN dan kepolisian bekerja mati-matian menyikapi narkoba, justru yang lain tidak peduli. Apalagi di Indonesia saat ini orang mati karena narkoba itu mencapai 40 orang per hari. Pelaku penyalahgunaan narkoba juga sudah lintas usia dan gender, baik pria dan wanita, dari anak-anak sampai kakek nenek,” tutur dia.

BACA JUGA =  Mendagri Apresiasi Alex Noerdin Jadikan Sumsel Terpandang Di Mata Dunia

Selain itu, lanjutnya, orang tua juga ikut andil melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan keluarganya.

Di zaman yang sudah canggih ini, kata Sekda, teknologi selain memberikan manfaat juga dapat menyebabkan anak terpengaruh ke hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. “Penggunaan gadget harus dibatasi, karena dengan teknologi sekarang anak bisa berhubungan kemana saja. Jangan sampai kemajuan teknologi justru disalahgunakan untuk melakukan kegiatan negatif,” tukasnya. (adrianpradifta/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan