BNN Sumsel Gagalkan Peredaran 2 Kilo Sabu Siap Edar di Palembang

oleh -353 views

BNN Propinsi Sumsel saat press realease penangkapan kurir pembawa 2 kg sabu, Kamis (12/4).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Praktik peredaran narkoba masih terus saja terjadi di Kota Palembang. Dan seolah tak jera dengan jerat hukum maksimal yang menanti para pelaku peredaran barang haram ini tetap saja melenggang beraksi. Seperti pengungkapan kasus penyelundupan 2 kg sabu oleh tersangka PH (33) oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel pada 9 April 2018 lalu. Tersangka bersama BB narkoba ini diamankan di salah satu hotel yang ada di Palembang.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP, AKBP Agung Sugiyono mengatakan penangkapan tersangka PH setelah hasil penyelidikan dari laporan yang pihaknya terima.
“Tanggal 2 April kami menerima laporan jika akan ada transaksi di salah satu hotel, maka kami segera selidiki dan pada tanggal 9 April akhirnya tersangka PH kami tangkap,” ungkap Agung dalam press release ungkap kasus narkoba di kantor BNNP Sumsel, Kamis (12/4).
Tersangka PH diamankan di dalam kamar hotel beserta barang bukti berupa 2 kilogram sabu di bungkus secara terpisah, 2 unit HP, uang 1 juta rupiah, 1 buah tas dan 1 buah buku tabungan.
AKBP Agung menjelaskan tersangka berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat ke Pekanbaru, sampai di sana tersangka diberikan sabu oleh temannya berinisial B (DPO) untuk di bawa ke Palembang.
Dari Pekanbaru tersangka PH menggunakan mobil travel ke Palembang melalui jalur Jambi lalu ke hotel yang sudah di rencanakan.
“Tersangka PH ini dijanjikan upah 25 juta rupiah oleh Budi, tetapi baru diberikan 4 juta untuk uang transportasi,” tambah AKBP Agung .
Tersangka PH merupakan warga Desa Kecitran Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, sehari-hari berprofesi sebagai sopir dan aksinya ini baru pertama kali ia lakukan.
Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat dua tentang peredaran narkoba dengan ancaman hukuman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.(fdy/krw)

BACA JUGA =  Cegah Kenaikan Harga Jelang Ramadhan Tim Satgas Pangan Muara Enim Sidak Pasar