Biadab, Ditemukan Jasad Bayi Disangkutkan di Tiang Kolam Ikan. Warga Kecamatan Sirah Pulau Padang OKI Heboh

oleh -318 views

Jasad bayi setelah diturunkan warga tersangkut di kandang kolam ikan milik salah seorang warga di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Selasa (5/6).foto:simbur.news/net.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Sungguh biadab. Sesosok mayat bayi tersangkut di salah satu tempat pembiakan ikan patin milik salah seorang warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan . Alhasil penemuan itu menghebohkan warga Desa Mangun Jaya, Selasa (5/6) pagi.

BACA JUGA =  Sedang Susun Kotak Duku Warga Tanjung Lubuk Ditikam Hingga Tewas. Terdakwa Diancam Pasal Pembunuhan Berencana

Jasad bayi malang itu diduga baru dilahirkan. Sebab saat ditemukan bayi itu masih lengkap dengan tali pusar  tersambung di bagian perutnya. Penemuan yang menggempar se-Kecamatan Sirah Pulau Padang itu, ditemukan pertama kali oleh Wen (53). “ Pagi sekitar pukul 06.30 WIB saya dipanggil Wen. Katanya melihat  ada jasad bayi yang tersangkut di tiang penyanggah sangkar patin,” ungkap Ujang, warga Desa Mangun Jaya teman Wen.

BACA JUGA =  Rumah Panggung Milik PNS Dinas Kehutanan Ludes Dilalap Api

Awalnya Wen mengira jasad bayi itu boneka. Namun setelah didekati ternyata itu sosok jasad bayi  manusia. Akhirnya Wen dan Ujang memberitahu warga desa lainnya. Mereka lalu menurunkan jasad bayi malang itu.  “ Saat ditemukan pertama kali jasadnya belum terlalu bau ,” jelasnya.

Kades Mangun Jaya, Yus Sudarsani, setelah dia diberitahu warga soal penemuan jasad bayi itu dia langsung mendatangi lokasi tempat ditemukan jasad tersebut. ” Saya juga langsung menghubungi pihak Polsek SP Padang,” ujarnya.

BACA JUGA =  PTTUN Medan Menangkan Gugatan PT SBA, Hotel Ibis Terancam Dibongkar

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek SP Padang, Bripka Bambang mengungkapkan, mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kita masih melakukan pdnyelidikan. (nis/krw)