Berkas Kasus Sengketa Tanah Dinyatakan Lengkap oleh Jaksa. Kedua Tersangka Bakal Lebaran di Rutan Palembang

oleh -99 views

Kedua tersangka Zailani dan Sarinah berikut barang buktisaat diserahkan ke Kejari Palembang, Senin (4/6).foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Dua petugas penyidik unit harda sekitar pukul 11.00 WIB tiba di Kejari Palembang dengan membawa kedua tersangka yakni Zailani (55) dan Sarinah (60). Sembari dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas oleh jaksa Ursula Dewi,SH keduanya menempati sel tahanan sementara di bagian belakang kantor Kejari Palembang.

Penyidik Unit Harta Benda (Harda) Satreskrim Polresta Palembang hari Senin (4/6), akhirnya menepati janji untuk melakukan pelimpahan tahap dua kasus pemalsuan surat tanah otentik ke Kejari Palembang.
Sekitar pukul 14.00 WIB berkas dinyatakan lengkap dan diterima oleh pihak Kejari Palembang.      Dikonfirmasi perihal pelimpahan tahap dua ini, Kasi Pidum Kejari Palembang Satria Irawan,SH membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan pemberkasan tahap kedua kasus ini.  “Benar pada hari ini kami telah menerima pelimpahan berkas tahap kedua untuk perkara pasal 266 ayat 1 dan 266 ayat 2 dan kami melanjutkan perintah penahanan yang sebelumnya dilakukan penyidik Polresta Palembang, memang ada upaya permohonan penangguhan penahanan yang dilakukan kuasa hukum kedua tersangka itu dan akan menjadi bahan pertimbangan kami tapi untuk saat ini tetap kami melakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap kedua tersangka.” ungkap Satria di Kantor Kejari Palembang. “ Prosesnya selama 20 hari ke depan tersangka kita titipkan di rutan, selain kedua tersangka kita amankan juga sejumlah barang bukti seperti beberapa dokumen terkait kasus ini,” tegasnya.

BACA JUGA =  Ditagih Hutang Kakak Ipar Ngamuk, Akhirnya Tewas Ditikam Adik Ipar

Diberitakan sebelumnya setelah sempat beberapa kali mangkir tidak memenuhi panggilan penyidik, Zailani (55) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah otentik di Jl Demang Lebar Daun Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB II akhirnya diamankan petugas unit harda Satreskrim Polresta Palembang, Sabtu (2/3) lalu.

Saat ditemui diruang unit PPA Satreskrim Polresta Palembang, Zailani mengaku bingung kenapa hingga akhirnya dirinya dibawa ke kantor polisi bahkan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan beralasan semat mangkir memenuhi panggilan penyidik dengan dalih dirinya tengah menjalankan ibadah umroh di tanah suci. “Tidak tahu juga, katanya saya ditangkap atas kasus pemalsuan sertifikat tanah dihadapan pejabat terkait,” ungkap Zailani yang saat itu turut didampingi Sarinah (60) tersangka lain dalam kasus ini yang sudah lebih dulu diamankan polisi. Zailani membenarkan dirinya baru saja pulang setelah menunaikan ibadah umroh. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh ini mengaku membeli tanah seluas 2.400 meter persegi tersebut dari tersangka Sarinah di tahun 1973 silam.

BACA JUGA =  Nama Danyonzipur Prabumulih Dicatut Penipu Hubungi Pengusaha

“Sebelumnya keterangan kami ini sempat dikonfrontir pada saat sidang perdata dimana saya akhirnya menang karena majelis hakim PN Klas IA Palembang menyatakan surat tanah yang saya pegang adalah yang asli,” aku warga Jl Demang Lebar Daun depan kantor Telkomsel ini yang menyesali tindakan yang telah dilakukannya.

Meskipun begitu, tanah tersebut harus dikosongkan. Karena saya tahu yang mengkomplen tetangga saya sendiri, Hj Nora, jadi tidak terlalu saya hiraukan. Sementara dia menjadikannya cafe dan jual beli mobil,” tandas Zailani .

BACA JUGA =  Walikota Prabumulih 'Razia' Mobil Truk Batubara yang Bandel Melintas Dalam Kota

Sementara itu Kuasa hukum Hj Nora, Advokat Redho Junaidi mengaku sedikit lega dengan telah diterimanya perlimpahan berkas tahap dua kasus ini, meski begitu dia berharap kepada pihak Kejari Palembang untuk betul-betul meneliti terkait berkas perkara ini. “ Sudah ada upaya menghambat proses penyidikan yang dilakukan tersangka Zailani dengan tak kunjung menghadiri panggilan dan telah diterbitkan DPO, artinya sudah sangat jelas ada upaya menghalang-halangi penyidikan dalam kasus ini. Terlebih dalam kasus ini tidak ada perdamaian diantara kedua belah pihak yang bersengketa,” ungkap Redho.(fadil/krw)