Baru 6 Hari Menikah, Penjahat Kambuhan Diringkus Anggota BNNK Prabumulih Karena Edarkan Sabu

oleh -183 views

Tersangka Okardi dan tersangka Bambang (tangan diborgol). foto:disn/ktw.

PRABUMULIH (Kabar Rakyat) -Baru enam hari melangsungkan prosesi pernikahannya, Okardi Alias Kadit (33) harus membuang angan untuk menikmati bulan madu bersama pasangannya.  Pasalnya dia dibekuk anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih pasca pernikahannya.

Resedivis kambuhan ini ditangkap di kediamnya di wilayah Jalan Mangga Baru, Kelurahan Mangga Besar, Kamis (24/01/2019) sekitar pukul 20.55 WIB. Dari tangannya, petugas BNN Prabumulih menyita 7 paket sabu siap edar berikut seperangkat alat hisapnya.

Kepala BNN Kota Prabumulih, Drs Ibnu Mundzakir menjelaskan, saat  penggerebekan,  tersangka mencoba mengunci menghalangi petugas dengan mengunci pintu rumahnys. Namun belum sempat membuang barang bukti, pintu rumah berhasil didobrak petugas BNN. “Disaksikan perangkat pemerintah setempat, kita menggeledah rumah tersangka dan mendapati barang bukti 7 paket narkotika jenis sabu seberat 2,23 gram. Dari tangannya juga kita menyita uang senilai RP 240 yang diduga hasil penjualan sabu,” jelas Ibnu Muzakir kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

BACA JUGA =  Walikota Pagaralam Pimpin Upacara HUT Pagaralam ke 18

Barang bukti yang disita. Foto:dian/krw.

Menurut Ibnu, Okardi sendiri baru 8 hari keluar dari lapas Mata Merah Palembang lantaran terlibat kasus yang sama. Resedivis ini merupakan pengedar narkoba jaringan Kabupaten PALI – Prabumulih. “Dari interogasi awal, Okardi mengaku memperoleh narkoba tersebut dari rekan sedaerahnya bernama Bambang Herianto (35). Dari keterangan itu, kita langsung menangkap tersangka Bambang di hari yang sama,” Ungkapnya.

BACA JUGA =  Nasihati Suami Jangan Lagi Gunakan Narkoba, Berakibat Mayang Babak Belur

Masih kata Ibnu, saat penangkapan tersangka Bambang, petugas sempat kewalahan lantaran terjadi aksi kejar kejaran. Namun berkat kesigapan petugas, tersangka akhirnya berhasil ditangkap. “Saat dikejar tersangka sempat membuang barang bukti. Namun petugas jeli dan berhasil menemukan barang bukti yang dibuang yakni 1 paket sedang ,sabu seberat 5,46 gram. Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka terancam pasal 114 dan 112 UU Narkotika dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara,” Imbuhnya.

BACA JUGA =  Heboh! Diduga Serangan Jantung Seorang Pamen Polri Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kamar Hotel

Sementara itu, dihadapan petugas BNN, Okardi alias Kadit mengaku terpaksa menjadi bandar sabu lantaran tidak mempunyai pekerjaan lain pasca keluar dari Lapas Mata Merah. “Aku baru 8 hari keluar dari rutan Mato merah pak. Dua hari setelah keluar aku langsung nikah. Nah hari keenam aku tertangkap lagi oleh jual sabu. Sebenernya aku menyesal atas perbuatan ini, Tapi aku gak ada kerja lain, jadi terpaksa aku lakoni bisnis jual sabu ini lagi,” sesal Okardi.(dian/krw)