Bandit Pecah Kaca Keok Diberondong Peluru

oleh -348 views

Tersangka Iman Setiawan (baju orange) saat gelar kasus di Polsek Plaju. foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Aksi kejar-kejaran bak film koboy terjadi saat petugas buser Polsek Plaju hendak menangkap Iman Setiawan (28), pelaku tindak kejahatan spesialisasi pecah kaca akhir pekan lalu. Tersangka diburu petugas karena laporan korban, Dedi Kurniawan (39) yang mobilnya menjadi sasaran tindak pecah kaca tersangka dan rekannya berinisial Sd (masih buron,red) di depan minimarket Alfamart di Jl Kapten Abdullah, Plaju pada Kamis (25/1) lalu. Tak tanggung-tanggung empat butir timah panas dimuntahkan petugas yang mengenai bagian betis dan pergelangan kaki kiri dan kanan tersangka yang membuatnya roboh. “Petugas dengan terpaksa mengarakan tembakan ke arah kedua belah kakinya karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap,” ungkap Kapolsek Plaju, AKP Rizka Aprianti saat gelar perkara kasus ini di Mapolsek Plaju akhir pekan lalu.

BACA JUGA =  Siti 'Syantik' Badriah dan Cita Citata Akan Meriahkan Pembukaan KTNA di Muba 

Disampaikan Rizka yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Plaju, Ipda Japrius, penangkapan tersangka ini juga masih merupakan rangkaian Operasi Sikat Musi 2018 dengan sasaran pelaku tindak kejahatan 3 C yakni curat, curas dan curanmor yang kerap meresahkan warga di wilayah hukum Polsek Plaju. “Sedikitnya lima laporan yang sudah kita terima atas tindakan tersangka. Diantaranya, laporan korban Efriza Putri pada 2 Agustus 2017 lalu, Nurmanasari pada 10 Juni 2017, Rizki Dewi Sari pada 3 Juli 2017 dan Rian Pramana Putra pada 10 Mei 2017, terakhir Dedi Kurniawan pada 25 Januari 2018 ini. Kini kami masih memburu rekan tersangka, SD (DPO) yang sudah kami kantongi identitasnya,” ungkapnya.
Dari tersangka polisi menyita, satu unit handphone merek Advan warna putih, satu unit sepeda motor Honda Beat warna pink Nopol BG 3062 RV, serta mengamankan pecahan kaca mobil dan pecahan keramik sepeda motor sebagai barang bukti.
Kepada penyidik, tersangka mengaku berperan sebagai eksekutor, sementara rekannya Sd (DPO) mengawasi situasi dari atas sepeda motor. “Pelaku menggunakan busi untuk memecahkan kaca, lalu mengambil barang berharga di dalam mobil. Dalam aksinya pelaku memepet motornya persis disampin mobil korban, tujuannya agar tidak terlihat,” terang Rizka, sembari menambahkan tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun.
Kepada wartawan, tersangka mengaku nekat mencuri karena kecanduan game online. “Saya belajar mencuri ini dari youtube. Setiap hasilnya saya gunakan untuk judi online,” terang residivis yang pernah mendekam selama enam bulan di Rutan Pakjo dalam kasus Sajam ini.(fadil/krw)

BACA JUGA =  Setelah Cerai, Mantan Istri Gugat Pembagian Harta Gono-Gini Kepada Mantan Suami. Harta Bersama Berjumlah Miliaran Rupiah Harus Dibagi Rata