Aparat Polresta Palembang Amankan Pelaku Hate Speech

oleh -50 views

Kapolda Sumsel Irjend Pol saat menunjukan bukti ujaran kebencian kepada tersangka Ferry Kurniawan (baju orange) saat press confrence di Mapolresta Palembang, Jumat (9/3).                foto: fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Tidak ada tempat bagi pelaku hate speech (ujaran kebencian) dan penyebar berita hoax di Sumatera Selatan (Sumsel). Penegasan ini disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara saat press conference pengungkapan tindak pidana ujaran kebencian di Polresta Palembang, Jumat (9/3).            Sebelumnya pihak reskrim Polresta Palembang telah mengamankan , Ferry Kurniawan (50) warga Kompleks Griya Hero Abadi Kelurahan Alang-Alang Lebar (AAL) Kecamatan AAL. Ferry  dijemput di rumahnya pada Selasa (7/3) malam lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Ferry yang tercatat sebagai Pemimpin Redaksi (pimred)  media online transformasinews.com ini diciduk atas sangkaan melakukan tindak ujaran kebencian melalui akun pribadi Facebook (FB).

BACA JUGA =  Asyik Pesta Sabu, Warga SPP dan Pampangan OKI Digelandang ke Mapolres OKI

Menurut Kapolda, salah satu atensi pihaknya yang berkaitan  ujaran kebencian, penyebaran berita bohong yang mencemarkan nama baik seseorang. “Pelaku yang sebagai seorang pimred media massa pastinya sudah tahu jika yang dilakukannya melanggar. Saat ini kami masih menyelidiki pihak yang menyuruh dia melakukan ini. Karena jika itu pribadi apa untungnya buat dia,” tegas Kapolda didampingi Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB, kemarin.

BACA JUGA =  Sambut HUT Bhayangkara ke 72 Polresta Palembang Gelar Nobar Argentina Vs Prancis

Menurut Kapolda, korban hate speech Ferry diantaranya  Pjs. Walikota Palembang, Dr Ahmad Najib yang sempat dilaporkan pelaku ke Bawaslu Sumsel lantaran diduga memihak kepada salah satu pasangam calon gubernur/wakil gubernur Sumsel.  Selain itu banyak postingan tersangka di FB miliknya yang masuk kategori hate speech (penyebar kebencian) dsn hoax. Atas perbuatannya, tersangka Ferry Kurniawan diancam melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 29 ayat 2 junto pasal 56 ayat 2 tentang ujaran kebencian dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Bersama tersangka berhasil pula diamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua unit hanphone dan satu unit laptop yang dipergunakan sebagai sarana melakukan tindak pidana ujaran kebencian.

BACA JUGA =  Warga Tanjung Lago Tewas Disambar Buaya, Lokasi Di Seberang Pelabuhan TAA

Setelah press release dilanjutkan dengan penandantanganan Deklarasi Anti hate speech dan berita hoax dipimpin langsung Kapolda Sumsel dan sejumlah ormas kepemudaaan di Kota Palembang.(fadil/krw)