Breaking News
Home / Sumsel / Banyuasin / Aparat Polda Sumsel Gerebek ‘Pabrik’ Miras Palsu. Omzet Sehari 48 Botol, Sebotol Dijual Seharga Rp500ribu.

Aparat Polda Sumsel Gerebek ‘Pabrik’ Miras Palsu. Omzet Sehari 48 Botol, Sebotol Dijual Seharga Rp500ribu.

 

Para tersangka pembuat miras palsu usai penggerebekan oleh aparat Reskrimsus Polda Sumsel. foto:kk/net

BANYUASIN (Kabar Rakyat)- Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggerebek pabrik minuman keras (miras) palsu yang terletak di Jalan Tanah Mas, Kelurahan Tanah Emas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam penggerebekan Kamis (7/2) tersebut petugas mengamankan empat orang tersangka. Tiga orang tersangka berperan sebagai pengoplos miras. Ketiga tersangka dimaksud adalah Ridwanto, Mumuh dan Irfan. Satu tersangka lagi bernama Bobi , bos ketiga tersangka diatas.

Petugas Ditreskrimsus Polda mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan pembuatan miras palsu di kawasan Tanah Mas Banyuasin. Petugas lalu menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pengintaian. Ternyata benar apa yang diinfokan warga. Tanpa membuang waktu petugas pun melakukan penggerebekan.

BACA JUGA =  Tim Advokasi Laporkan Lurah 5 Ilir ke Panwas Karena Diduga Memihak Salah Satu Calon

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) usai penggerebekan menjelaskan pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait pembuatan miras palsu ini.

Kapolda juga menerangkan cara para tersangka membuat miras palsu. Caranya, satu derigen etanol dicampurkan dengan sepuluh jerigen air mentah. Lalu ditambah pewarna serta coklat sebagai perasa.

Pabrik miras palsu itu hanya home industri. Kegiatan ilegal itu sudah dilakukan sejak September 2017. Dalam sehari mampu memproduksi 10 dus atau 480 botol miras palsu sebab 1 dus berisi 48 botol. Miras palsu itu lalu dipasarkan dengan harga lebih murah dari harga pasaran dengan tujuan Lubuklinggau, Palembang, Jambi dan Bengkulu. Per botol miras palsu itu dijual seharga Rp500ribu. “ Kita akan bawa miras oplosan ini  ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan. Apakah miras palsu ini berbahaya atau tidak bagi yang meminumnya,” kata Kapolda. Mantan Kapolda Riau ini juga mengatakan belum ada laporan korban dari mengkonsumsi miras palsu ini.

BACA JUGA =  Saat Nongkrong Di Atas Jembatan Pulau Gemantung, Hp Pelajar Dirampas 2 Begundal. Diduga Melawan Korban Tewas Ditikam

Belajar dari Internet

Bobi membantah dirinya bos. Bosnya berinisial RB yang masih diburu petugas. Dia sama seperti ketiga rekannya hanya karyawan biasa. Tugas dia meracik miras tersebut. Setelah itu cairan miras palsu itu baru dikemas ke dalam botol oleh Irfan. Sedangkan Mumuh tugasnya bagian penyegelan.

Dari mana keahlian meracik miras palsu ini? Bobi mengaku dia belajar otodidak dari internet. “Saya belajar dari internet sedangkan materialnya disediakan oleh RB (bosnya masih burob,Red),” aku Bobi. Lucunya mereka sendiri tidak tahu pengaruh minuman tersebut setelah dikonsumsi  sebab mereka tidak pernah meminumnya.  Perbuatan keempat tersangka itu terancam penjara selama 20 tahun karena ada 3 pasal yang mereka langgar. (fdl/krw)

BACA JUGA =  Giliran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp72M.

 

 

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan