Anggota DPRD Sumsel Dilaporkan Menipu Terkait Investasi Kebun Karet . Kamirul : Semua Tidak Benar, Saya Akan Lapor Balik

oleh -310 views


PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Masalah tengah mendera anggota DPRD Sumsel, Kamirul yang dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh Yusparman (47) seorang Aparatur Sipil Negara (dulu PNS) yang berdomisili di Kabupaten Muara Enim. Yusparman melapor ke Polresta Palembang, Kamis (29/3).     Dalam laporannya kepada petugas SPKT Polresta Palembang, pelapor (Yusparman) mengaku kejadian bermula saat di tahun 2012 terlapor menawarkan dirinya untuk investasi lahan kebun karet yang ada di Kabupaten Muara Enim. Untuk itu pelapor oleh terlapor (Kamirul) dia diminta menyerahkan uang sebesar Rp201 juta yang dikatakan bakal dipergunakan untuk mengolah kebun karet tersebut.

BACA JUGA =  Rapat Paripurna XXII, Diambil Sumpah Jabatan Wakil Ketua DPRD Sumsel dan Anggota DPRD PAW

Tergiur dengan janji terlapor yang meyakinkan dirinya lahan tersebut nantinya bakal menghasilkan keuntungan berlipat akhirnya dia (Yusparman)  tergiur untuk berinvestasi . Maka pada 1 September 2012, Tusparma lantas mentrasferkan uang senilai Rp201 juta sesuai yang diminta terlapor melalui Bank Mandiri RSMH Palembang. “Tapi ternyata lahan kebun karet yang dimaksud lokasinya tak sesuai perjanjian semula, saya pun akhirnya memilih membatalkan investasi. Dan dia (Kamirul) telah berjanji bakal mengembalikan uang yang sudah saya setor dan meminta waktu. Ternyata sampai saat ini dia tak menepati janjinya dan saya merugi hingga Rp201 juta,” aku pelapor yang meminta polisi untuk dapat mengusut kasus ini dengan tuntas dan segera memanggil terlapor agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA =  Ribuan Buruh Aliansi Buruh GEPBUK Aksi Demo, Menolak Omnibus Ketenagakerjaan

Sementara itu terlapor Kamirul yang dikonfirmasi terkait persoalan ini membantah secara tegas apa yang dilaporkan Yusparman ini. “Semua yang dilaporkan itu tidak benar saya tidak pernah menipu dan saya pastikan bakal melapor balik karena nama saya telah dicemarkan dengan laporan ini,” ucap Kamirul yang juga menjabat Ketua Fraksi Hanura ini dikonfirmasi wartawan via pesan singkat, Kamis (29/3).

Dikatakan politisi dari Partai Hanura ini sebetulnya lahan yang ditawarkan sudah lebih dulu dilihat Yusparman untuk urusan kebunnya berhasil atau tidak itu tergantung pada sisa pembayaran yang sampai kini belum diselesaikan. “Total harga yang disepakati untuk investasi lahan keret itu senilai Rp360 juta, artinya dia masih punya kewajiban sekitar Rp160 juta lagi yang belum dibayarkan kepada saya,” tegasnya.     Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasubag Humas Iptu Syamsul Pitri yang dikonfirmasi terkait laporan korban terhadap anggota DPRD Sumsel ini mengaku saat inu kasusnya telah diserahkan kepada unit pidsus Satreskrim Polresta Palembang untuk ditindaklanjuti.(fdy/krw)

BACA JUGA =  Curi Kabel Milik Dinas Perumahan Dituntut 6 Tahun Penjara