Aliansi Muslim Palembang Gelar Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur

oleh -179 views

Aksi Aliansi Muslim Palembang (AMP) mengadakan aksi solidaritas Muslim Uighur di kawasan Bundaran Air Mancur Palembang, Jumat (3/1/2020). foto:jauhari/krw.

PALEMBANG (KabarRakyat)- Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Muslim Palembang (AMP) mengadakan aksi solidaritas Muslim Uighur di kawasan Bundaran Air Mancur Palembang pada hari Jumat (3/1/2020), pukul 08.00 WIB.
Pantauan KabarRakyat bendera Al Liwa dan Ar Roya yang bertuliskan kalimat tauhid “Laa Ilaaha Illallah” berkibar di tengah massa yang menyerukan aksi solidaritas sesama umat muslim Palembang.
Aksi itu yang diikuti ibu-ibu, remaja putri, remaja putra, anak-anak, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka semua penuh semangat saat mengikuti aksi solidaritas ini.
Tujuan aksi ini sebagai bentuk kepedulian yang nyata dari masyarakat Sumatera Selatan khususnya warga muslim Kota Palembang terhadap penindasan dan kekerasan yang terjadi terhadap muslim Uighur oleh Pemerintah Negara China.
Dalam aksinya Ketua Koordinator aksi Ustadz Bayumi mengatakan aksi ini mengangkat tema kekerasan, penindasan, pembebasan dan pengungsian terhadap Muslim Uighur.
“Kita berharap kepada umat Muslim seluruh dunia agar kita bermunajab kepada Allah agar Khilafah kembali tegak”.
Sama halnya Ustadz Andi Nopriansyah dan Ustadz Wahyu S, mereka juga mengkritisi terhadap kekejaman yang terjadi di camp-camp pengungsian disana.”Mereka ditempatkan di camp-camp yang besar yang berkapasitas jutaan orang disana mereka tidak boleh salat tidak boleh berpuasa dan ini menambah penderitaan saudara kita. Sama halnya saudara kita di Palestina yang penduduknya di bombardir Israel, di Suriah mereka dibinasakan oleh rezim yang sangat kejam, di Rohingya umat muslim diusir di negerinya,”kata Ustadz Andi. Tak lupa mereka juga berterima kasih kepada aparat kepolisian yang telah mendampingi aksi ini agar berjalan dengan damai.
Salah satu tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, KH Drs H Umar Said dalam orasinya mengatakan kita ini negara ber-Pancasila sampai kita hapal.  ” Apakah Pancasila sudah diamalkan dengan sempurna apa belum, apakah bangsa ini berketuhanan, apabila bangsa ini bertuhan, bangsa yang beragama, maka wajib menjalankan syariat agama,”tegas Umar Said.
Di ujung akhir orasi Ustadz Mahmud Jamhur juga menyampaikan orasinya yang cukup tegas. “Kita butuh komando dan seorang khalifah bukan sekedar pola bentuk wacana, presiden pun tak berani berempati terhadap muslim Uighur, kini saatnya kaum muslim kembali ke sistem Islam kembali membaiat seorang khalifah dan khalifah itu yang akan memimpin kaum pemuda untuk menggulung cina di Uighur, bukan cina disini,”tegas Ustadz Mahmud.
Ustadz Mahmud juga menyampaikan dimasa Khalifa ar- Rasyid menggaji tiga kelompok pegawai negara, yaitu ulama, polisi, tentara yang ketiga kelompok itu  bergaji antara 60 dinar/bulan atau setara 150 juta/bulan. Jadi  Khilafah itu akan mensejahterakan pegawai negara.
Setelah itu aksi ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ustadz KH. Drs. Umar Said, para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib, setelah waktu menunjukkan pukul 10.30WIB. (jauhari/krw)

BACA JUGA =  Honda Jazz Tabrak Pembatas Ruas Tol Kayuagung-Palembang, 3 Tewas Di Tempat Kejadian