Breaking News
Home / Hukum / Alex dan Dodi Diserang Pemberitaan Tak Berimbang di Media Online. Tujuannya Jelas Pembunuhan Karakter Alex Noerdin dan Dodi Reza

Alex dan Dodi Diserang Pemberitaan Tak Berimbang di Media Online. Tujuannya Jelas Pembunuhan Karakter Alex Noerdin dan Dodi Reza

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-Sejak anaknya maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan 2018, Alex Noerdin yang kini masih menjabat sebagai Gubernur Sumsel menjadi sasaran ‘tembak’ pemberitaan miring yang menjurus ke pembunuhan karakter. Berkali-kali Alex dan anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin diserang dalam pemberitaan di media online.

    Tudingan terhadap Alex beragam, dari soal tuduhan terlibat korupsi sampai tuduhan mengajak salah satu calon gubernur bertinju bahkan tuduhan terakhir akan memukuli salah satu stafnya. Sedangkan tuduhan terhadap Dodi, diantaranya Dodi belum punya prestasi apapun saat memimpin Musi Banyuasin selaku Bupati karena belum dua tahun menjabat, kemudian semua penghargaan yang diterimanya didapat dari bapaknya sendiri yang notebene Gubernur Sumsel, juga tuduhan menyangkut baju dinas dan soal kepergian Dodi yang sering menggunakan helikopter daripada menggunakan mobil.

        Sayangnya, hampir semua media online yang menulis miring soal Alex Noerdin dan Dodi tidak memuat konfirmasi dari Alex Noerdin dan Dodi, baik langsung atau meminta konfirmasi dari Biro Humas Pemprov Sumsel dan Biro Humas Pemkab Muba. Jelas apa yang dilakukan pemilik media online ini menyalahi UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, melanggar Kode Etik Wartawan Indonesia dan melanggar UU Tentang Informasi Transaksi Tehnologi yakni UU No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU No 18 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.  Ada juga pemberitaan yang menjurus fitnah.

   Mengapa Alex dan anaknya diserang terus menerus? Tujuannya bisa ditangkap yakni menjelekkan Alex artinya berimbas ke Dodi sehingga rakyat Sumsel enggan memilih Dodi saat Pilgub digelar. Disinyalir ada konspirasi untuk terus menerus menjatuhkan nama baik Alex Noerdin sehingga rakyat menilai bapaknya saja sudah jelek apalagi anaknya. Padahal buah itu jatuhnya tidak jauh dari pohon tersebut.

   Mengenai tuduhan melakukan korupsi, Alex berkali-kali dituding dalam pemberitaan terlibat korupsi dana Bansos Sumsel anggaran 2013. Berapa pemberitaan tersebut dengan judul yang sangat bombastis. Contohnya, Alex Noerdin Diduga Terlibat Sebagai Aktor Utama Penyelewengan Dana Bansos, Kejagung Kumpulkan Bukti Alex Noerdin Mengarah Tersangka Terlibat Kasus Bansos Sumsel, Dewan Pemuda Sriwijaya Tembus Istana Negara Teriak Tangkap Alex, Mencari Keadilan Kasus Hibah Sumsel Alex Noerdin Termakan Hujatan Sendiri, Lembaga Hukum Disinyalir Lemahkan Keterlibatan Alex Noerdin Terkait Kasus Hibah Sumsel, Kasus Bansos Sumsel Belum Sentuh Aktor Utama dan beragam judul berita lainnya yang dimuat di beberapa media online yang itu itu saja.

BACA JUGA =  Dodi Reza Janji Perhatikan Petani. Akan Distribusi Bibit Unggul, Pupuk dan Bangun Irigasi

        Selain tudingan terlibat korupsi, pemberitaan lainnya yang menyerang Alex Noerdin adalah pengakuan salah satu calon Gubernur Sumsel, Herman Deru. Dalam satu kesempatan kampanye, mantan Bupati OKU Timur ini mengaku didatangi Alex Noerdin dalam pesawat terbang yang mereka naiki bersama dan Alex memaki dirinya.

   Seperti yang ditulis di media online, Herman Deru mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat mereka sama-sama menumpangi pesawat tujuan Jakarta-Palembang, Senin (12/2). Tiba-tiba Alex Noerdin mendatanginya dengan raut muka marah dan membentaknya. ‘’Dia (Alex Noerdin) marah dan bilang, ngapo kau ngatoi anak aku (kenapa kamu menghujat anak saya, Red),” ungkap Herman Deru saat menggelar kampanye dialogis di Palembang, Kamis (15/2).

   Deru mengaku tak ambil pusing dan memilih bersikap dingin. Dia pun meminta Alex Noerdin sabar dan meninggalkannya. ‘’Ini kan pertarungan politik, kenapa mau jadi pertarungan fisik. Karena saya tahu ada peraturan di penerbangan, saya tinggalkan saja,’’ ujarnya.

   Deru menilai, sikap emosional Alex Noerdin tersebut disinyalir lantaran dirinya kerap menyindir prestasi Dodi Reza Alex yang telah banyak menerima penghargaan meski baru delapan bulan menjabat Bupati Musi Banyuasin. Menurutnya, penghargaan itu bisa saja diberikan oleh Alex Noerdin sendiri selaku Gubernur Sumsel. ‘’Yang memberikan penghargaan itu baknyo dewek (ayahnya sendiri), memang apa yang dia (Dodi) kerjakan? Ini seperti halnya pertengkaran anak SD (Sekolah Dasar), anaknya bertengkar, bapaknya marah,’’ ujarnya.

   Pengakuan Herman Deru inilah yang berkali-kali dimuat di beberapa media online. Judulnya beragam. Contohnya, Cagub Sumsel Herman Deru mengaku pernah dilabrak Alex Noerdin, Alex Noerdin Marahi Herman Deru Dalam Pesawat Begini Ceritanya, Alex Noerdin Tantang Herman Deru berkelahi dan beragam judul yang bombastis lainnya.

   Setelah isu tudingan mengajak salah satu calon Gubernur berkelahi, Alex Noerdin kembali diserang dengan pemberitaan sepihak tentang kemarahan Alex Noerdin terhadap bawahannya yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskukcapil), Septiana Zuraidah. Bahkan Alex disebut sebut akan meninju Septiana yang notebene masih kerabatnya sendiri. Judul pemberitaannya diantaranya Emosional, Alex Noerdin Labrak Kadis Dikcapil Hingga Masuk RS Siloam,  Heboh Gubernur Sumsel Labrak Kadisdukcapil Hingga Masuk Rumah Sakit, Kadisdukcapil Adu Mulut Dengan Gubernur Sumsel, Ibu Calon Wakil Walikota Lubuklinggau Kadisdukcapil Ribut Dengan Gubernur Sumsel Masuk Rumah Sakit, dan lain-lainnya.

BACA JUGA =  Besok Film “Meniti 20 Hari” akan Diputar di UMP

   Dalam pemberitaan tersebut disebutkan seakan-akan Gubernur mengamuk dan akan memukuli bawahannya sehingga Ibu Kadis tersebut shock berat sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Lucunya sumber pemberitaan itu seorang staf ibu kadis yang bersangkutan tetapi dia sendiri berada di Jakarta tidak berada di Palembang.

   Pemberitaan kebanyakan menyerang Alex menuduh Alex emosional tanpa ada konfirmasi bagaimana sebenarnya peristiwa itu sesungguhnya terjadi. Baik cerita Deru maupun cerita tentang Kadisdukcapil yang dimuat di media online tersebut semuanya tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.

    Serangan terhadap Dodi melalui media online, juga berulang-ulang kali dilakukan. Diantaranya, Harga Baju Dinas Dodi Reza Alex mencekik Hati Rakyat Muba, Tahu Dodi Reza Alex Noerdin kan? Jatah 1 Stel Pakaian Dinasnya Rp 7,8 Juta, Kemana-mana Sang Pangeran Dodi Alex Naik Helikopter. Kemudian ada juga pemberitaan tentang kemampuan Dodi yang dilihat secara sebelah mata serta segala prestasi Dodi dikaitkan dengan bapaknya sendiri, Gubernur Sumsel.

   Segala bentuk pemberitaan miring dan mirip upaya pembunuhan karakter tersebut isinya rata-rata sudah mengadili bahwa Alex dan Dodi bersalah tanpa ada kesempatan bagi mereka untuk menjawab benar atau tidak isu tersebut. Inilah istilah nya trial by press. Artinya peradilan dengan menggunakan media yang bersifat publikasi massa dilakukan melalui penulisan dari satu sisi pihak dilakukan secara tidak berimbang bagaikan suatu putusan pengadilan bagi para pihak yang terkait tanpa adanya hak untuk melakukan pembelaan.

   Menurut Ketua PWI Sumsel Ocktap Riady, pers yang baik seharusnya memuat berita berimbang. Walaupun online berita tersebut harus memuat konfirmasi. ‘’Dalam Pasal 5 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers sudah disebutkan bahwa Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Tetapi yang terjadi dalam pemberitaan terhadap Alex dan Dodi asas praduga tak bersalah sudah diabaikan,’’ ujar pria yang juga seorang advokat ini saat dihubungi beberapa waktu lalu.

BACA JUGA =  18 April, Alex Noerdin Launching Trainset LRT. Masyarakat Sumsel Segera Bisa Menikmati Moda Transportasi Cepat dan Murah

   Selain itu Ocktap juga menyatakan media online yang menyerang membabi buta tanpa ada konfirmasi atau keterangan bahwa berita tersebut dalam proses konfirmasi, melanggar kode etik wartawan Indonesia yang sudah menjadi asas bagi kehidupan pers di Indonesia. ‘’Dari pasal 1, 2, 3 jelas para pemilik media online yang diwakilkan pimrednya sudah melanggar kode etik wartawan. Asas praduga tak bersalah telah dilanggar karena pemberitaan tidak berimbang. Kemudian mencampurkan fakta dengan opini. Ini semua sudah dilanggar,’’ jelas Ocktap.

    Wartawan senior Sumsel ini juga menyatakan bahwa wartawan atau pemilik media/penganggungjawab media online bisa terjerat pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 3 UU ITE  yang menyebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja  dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau  membuat   dapat  diaksesnya  Informasi Elektronik  dan/atau  Dokumen  Elektronik yang memiliki  muatan  penghinaan dan/atau pencemaran nama   baik  sebagaimana dimaksud  dalam Pasal  27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat)  tahun dan/atau  denda paling  banyak Rp 750.000.000,00   (tujuh   ratus lima puluh juta rupiah). ‘’Sudah banyak pimred media online masuk penjara dengan pasal tersebut. Jadilah wartawan profesional yang selalu mengedepankan asas praduga tidak bersalah dengan menyajikan pemberitaan yang berimbang tanpa menyudutkan salah satu pihak. Sajikanlah pemberitaan berimbang jangan sampai menjadi salah satu pendukung calon gubernur kemudian menyerang calon gubernur lainnya tanpa mengindahkan UU Pers dan Kode Etik Wartawan,’’ ujar Ocktap.

   Salah seorang anggota Dewan Pers, Hendry CH Bangun menegaskan jika ada media massa yang memuat suatu pemberitaan tentang seseorang berturut-turut yang bercampur opini tanpa ada konfirmasi dengan pihak yang bersangkutan maka dapat diduga wartawan tersebut ada itikad tidak baik (buruk) dan bisa dilaporkan langsung ke kepolisian. ‘’Bisa langsung diadukan ke polisi jika pemberitaan berturut-turut tanpa konfirmasi dan dalam pemberitaan tersebut terindikasi ada niat atau itikad buruk,’’ ujar Hendri yang dihubungi beberapa waktu lalu.  (ok/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

PT Gojek Indonesia Beri Bantuan Kepada Mitranya yang Mengalami Musibah

,Regional Consumer Engagement Manager Gojek Palembang, Christina Anggraeni saat memberikan bantuan kepada keluarga Asnawi. foto:jauhari/krw. …

Tinggalkan Balasan