Breaking News
Home / Sumsel / Banyuasin / Akses Jalan Ditutup Warga Perumahan Afila Permai, Warga RT 19 Akan Lapor Bupati. Kondisi Kedua Warga Rawan Gesekan Bupati Harus Segera Mencari Solusi

Akses Jalan Ditutup Warga Perumahan Afila Permai, Warga RT 19 Akan Lapor Bupati. Kondisi Kedua Warga Rawan Gesekan Bupati Harus Segera Mencari Solusi

Saat aksi demo warga RT 19 yang menuntut agar pagar tembok Perumahan Afila Permai dibuka kembali beberapa waktu lalu. foto:ist.

BANYUASIN (KabarRakyat)-Warga Jalan Gotong Royong III RT 19 RW 04, resah dan marah.  Pasalnya warga Perumahan RS Afila Permai yang terletak di depan mereka yang masuk  Kelurahan Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin,  Sumatera Selatan, telah menutup akses jalan warga yang melewati kompleks perumahan mereka.  Penutupan itu dilakukan secara sepihak dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk orang berjalan kaki. Itu juga hanya berlaku untuk orang yang berbadan langsing namun bagi mereka yang berbadan gemuk tidak bisa lewat disana.

Seorang siswa SD sedang lewat di jalan yang ditembok permanen batas antara warga Perumahan Afila Permai dengan warga RT 19 RW 04. foto:sihat/krw.

Adanya penutupan jalan umum yang diklaim jalan kompleks itu tentu saja menuai kecaman dan protes warga.  Mereka yang tinggal di kawasan RT 19 RW 04 itu seharusnya memiliki akses lebih mudah namun karena adanya penutupan jalan itu mereka terpaksa memutar yang jaraknya lumayan jauh dan memakan waktu.

BACA JUGA =  Mahasiswa UMP Heboh, Ditemukan Sosok Mayat Penjaga Malam di Gedung Auditorium Muhammadiyah Plaju

Sebelum adanya penutupan jalan secara permanen pernah diadakan pertemuan antara warga Kompleks Afila dengan warga RT 19 RW 04. Namun beberapa kali pertemuan yang turut dimediasi Lurah Kenten Laut dan Camat Talang Kelapa,  tidak menemui kata sepakat. Masyarakat RT 04 tetap tidak setuju jalan itu ditutup apalagi dengan alasan yang dicari-cari. “Sebab jalan ini sudah ada sebelum perumahan ini dibangun. Ini memang dulu jalan umum sejak tahun 1997 lalu terbukti sekarang hampir tiap hari puluhan pengendara motor mutar balik karena jalan yang mereka biasa lalui telah ditutup, ” beber Chairul seorang warga RT 04 kepada KabarRakyat.Website. 

Petugas kepolisian datang ke Perumahan Afilia untuk antisipasi terjadi anarkis ketika warga RT 19 menggelar demo dan minta jalan dibuka kembali. foto:erul/ist.

BACA JUGA =  Ucapan Hut Kabupaten Ogan Ilir dan Pj Sekda Kabupaten Muratara

Warga menolak adanya penutupan akses jalan yang sangat merugikan mereka. Akhirnya puluhan ibu melakukan demo adanya penutupan jalan secara sepihak tersebut.  Mereka menuntut agar warga Kompleks Afila Permai membuka tembok yang menutup akses jalan mereka. Saling umpat terjadi di kedua belah pihak. Saat demo terlihat beberapa petugas dari Polsek Sako berada di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya gesekan dan meluas menjadi keributan dan perbuatan anarkis.

Namun demo tersebut tidak membuahkan hasil. Warga Kompleks Afila Permai bergeming,  mereka tidak mau membuka tembok penutup jalan.  “Bahkan ada warga disana menantang silahkan mau melapor kemana kami siap melayani, ” ujar seorang warga dengan muka kesal.

Memang warga RT 19 berusaha menahan diri dan tidak berusaha anarkis.  Mereka akan mencari cara smart untuk mendapatkan solusi terbaik.  Warga RT 19 RW 04 sepakat akan melapor ke Bupati Banyuasin apalagi mereka menilai oknum lurah sudah memihak warga Kompleks Afila Permai.  “Kita akan berkirim surat kepada Bupati Banyuasin juga kepada Ketua DPRD Banyuasin untuk minta penyelesaian secara arif sebab penutupan tersebut sangat merugikan kami.  Puluhan tahun jalan itu tempat lewat kami warga disini sekarang mau ditutup. Bahkan mereka warga Afila mengklaim tanah jalan itu sudah dibeli mereka,  ini kan konyol, ” kata Chairul.

BACA JUGA =  Tipu Buat Surat Perpanjangan Kelolah Parkir, Oknum Dishub Kota Palembang Ditangkap

Seorang ibu rumah tangga,  Jumis (41) warga Rt 19, menegaskan dia salah satu warga yang sudah puluhan tahun tinggal disana.  Menurutnya sebelum Perumahan RS Afila Permain itu dibangun jalan itu sudah ada.  Dan selama ini juga tidak ada penutupan.  ” Mungkin ada provokator yang mempengaruhi warga perumahan itu untuk menutup jalan. Kami keberatan karena adanya penutupan itu selain membuat kami memutar juga sangat berbahaya jika terjadi kebakaran karena mobil pemadam tidak bisa masuk ke tempat kami, “kata Jumis berapi-api. (sihat/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan