Breaking News
Home / Hukum / Ada Apa Dengan BPN OKI? Masak… 5 Tahun Ngurus Sertifikat Tanah Masjid dan Ponpes Belum Selesai Juga

Ada Apa Dengan BPN OKI? Masak… 5 Tahun Ngurus Sertifikat Tanah Masjid dan Ponpes Belum Selesai Juga

 

ilustrasi: net.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Sebanyak 12 masjid dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan hingga saat ini masih menunggu sertifikat yang tidak kelar-kelar di Badan pertanahan nasional (BPN) OKI.
Berdasarkan keterangan dari pegawai Kemenag OKI bagian Bimas Islam, Dumiyati SHI, sertifikat yang ditunggu-tunggu tersebut adalah untuk lahan masjid dan pondok pesantren yang sebelumnya berasal dari tanah wakaf warga untuk dijadikan masjid dan pondok pesantren. Sedangkan berkas persyaratannya telah dimasukkan ke BPN OKI sejak tahun 2013 lalu tetapi hingga tahun 2018 ini masih belum selesai sertifikatnya. ” Jadi sudah hampir lima tahun sampai sekarang sertifikatnya tidak selesai, padahal semua persyaratan yang diminta termasuk biaya administrasi sudah selesai,”beber Dumiyati, Selasa (20/3).
Dia menjelaskan, dahulu pernah ditanyakan kepada kantor BPN, jawaban petugas disana yaitu tunggu saja masih proses, karena prosesnya panjang. Setelah itu waktu terus berjalan hingga satu tahun lebih, kemudian ditanyakan kembali, jawab BPN berkas persyaratan yang diajukan sudah tidak ada. Sehingga harus melengkapi persyaratan kembali seperti awal.
” Pernah ditanyakan, alasan mereka prosesnya panjang. Lalu sampai satu tahun lebih kembali ditanyakan berkasnya sudah tidak ada (hilang) jadi lengkapi kembali, kami ikuti kata BPN. Tapi nyatanya sampai saat ini hampir lima tahun dari permohonan tidak selesai-selesai,” ungkapnya.
Masih kata dia, padahal sertifikat ini sangat penting. Apalagi masjid dan pondok pesantren merupakan kepentingan umat, jadi kenapa dipersulit. Diantaranya masjid yang sampai saat ini belum memiliki sertifikat yakni di Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji, Desa Celikah Kecamatan Kayuagung dan Desa Suryakarta Kecamatan Mesuji Makmur. Lalu untuk pondok pesantren terdapat di Desa Seriguna Kecamatan Teluk Gelam, Sabililah Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung dan lainnya.
” Kami kemenag hanya mendampingi saja dalam permohonan, sayangnya hingga saat ini dari tahun 2013 tidak selesai. Kami memang tidak tahu berapa lama sebenarnya pembuatan sertifikat. Hanya bila ditanyakan ke BPN jawabnya tunggu saja masih proses,” terangnya.
Lanjutnya, adapun kenapa masjid dan pondok pesantren bila berasal dari tanah wakaf maka segera disertifikatkan dengan alasan aman. Karena tidak mau di Kabupaten OKI terjadi seperti di kabupaten lain, tanah yang telah diwakaf menjadi masjid setelah itu diambil kembali. Jelas bangunan masjid akan dibongkar, nah oleh karena itu pentingnya sertifikat. Tapi sayang membuat sertifikat di OKI sangat lama, padahal ini untuk kepentingan umat. Barulah Selasa 13 Maret 2018 pegawai BPN mendatangi kita, agar memasuki persyaratan kembali kelengkapan masjid dan pondok yang belum selesai sertifikatnya.
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten OKI, saat dikonfirmasi, Selasa (20/3) di kantornya tidak ada di tempat. Pada saat itu bertemu dengan beberapa pegawainya, Riko, Arejab dan lainnya mengatakan, bila persyaratan sudah lengkap, segera ditindaklanjuti. Tetapi Kalau sudah lima tahun itu berarti pegawai yang lama. ” Setiap berkas permohonan yang masuk bila persyaratan sudah lengkap kami siap tindak lanjuti,” ucap Riko.
Berdasarkan pantauan Koran ini, saat hendak masuk mau konfirmasi pintu dikunci petugas keamanan. Sehingga tidak sembarang orang yang bisa masuk ke kantor BPN guna menanyakan informasi terkait pertanahan. (nis/krw)

BACA JUGA =  Warga Sekitar PT Tania Selatan di Burnai OKI Heboh. Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan