Breaking News
Home / Sumsel / OKI / 34 Desa di OKI Rawan Bencana Kebakaran. BPBD OKI Gelar Rapat Koordinasi

34 Desa di OKI Rawan Bencana Kebakaran. BPBD OKI Gelar Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi dalam menghadapi kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah) di di Aula BPBD OKI, Senin (27/2). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Sebanyak 34 desa yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan rawan bencana kebakaran. Lalu asapnya apabila terbakar masuk kota Palembang. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten OKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI bersama dinas terkait berkoordinasi melakukan pencegahan dalam persiapan menghadapi kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah).
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula BPBD, Senin (27/2) yang dihadiri  Sekda H Husin SPd, kepala Manggala Agni Daops III OKI, Tri Prayogi SHUt, dari pihak Polres OKI, TNI, sejumlah camat dan dinas terkait.
Dikatakan kepala BPBD OKI, Listiadi Martin SSos MM, rakor ini berguna untuk persiapan menghadapi Karhutbunlah tahun 2018 ini. Jadi harus bersiap-siap upaya pencegahannya, apalagi di Kabupaten OKI ada 34 desa rawan bencana kebakaran dan asapnya apabila terbakar masuk Palembang. Sedangkan untuk desa yang rawan bencana kebakaran ada sebanyak 63 desa dan di Sumsel ada sebanyak 48 desa rawan bencana kebakaran dan asapnya masuk Palembang. ” Dalam persiapan menghadapi karhutbunlah tahun ini, maka 60 persennya adalah upaya pencegahan dan 40 persennya yakni penanggulangan,” ujar Listiadi.
Lanjutnya, terkait persiapan menghadapi karhutbunlah ini maka telah adanya keputusan Bupati OKI tentang penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat karhutbunlah. Dimana penetapan status itu terhitung tanggal 1 Februari hingga 30 Oktober 2018. Diantaranya dengan pendirian posko
lapangan dan penetapan tim koordinasi pengendalian karhutbunlah. Termasuk pemantauan perkembangan titik hotspot selama periode status darurat dan lainnya.
Sementara itu Sekda menyampaikan, dalam persiapan menghadapi karhutbunlah tahun ini harus adanya strategis yang terencana dan terukur sehingga betul-betul punya perhatian utama dalam pencegahan karhutbunlah. Baik itu persiapan sebelum musim kemarau maupun telah masuk musim kemarau nanti.
” Semua desa yang rawan bencana karhutbunlah untuk menganggarkan patroli terpadu saat kemarau berjalan nanti. Para camat agar lakukan koordinasi perusahaan terkait sarana prasarana pendukung dalam pencegahan karhutbunlah,” tegasnya. Ditambahkan, apabila berkoordinasi dalam hal pencegahan karhutbunlah ini maka OKI tidak ada asap nantinya atau zero asap. (nis/krw)

BACA JUGA =  Dodi Reza Janji Perhatikan Petani. Akan Distribusi Bibit Unggul, Pupuk dan Bangun Irigasi

Tentang sihaj

Baca Juga

Santoso SH Dilantik Jabat Kasubag Bin Kejari OKI

Yulia Eka Sari SH MH menyerahkan jabatan kepada Santoso SH. foto:niskiah/krw. KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Kepala …

Tinggalkan Balasan