12 Tahanan Polres OKI Ditetapkan Sebagai Tersangka Meninggalnya Tahanan Kasus Narkoba

oleh -425 views

Para tahanan Polres OKI yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tahanan narkoba yang meninggal dunia.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Terkait dengan adanya seorang pria yang meninggal dunia di dalam sel tahanan Polres OKI pada Kamis (5/8/2021) yakni tersandung kasus narkoba. Akhirnya penyebabnya diketahui.

Berdasarkan keterangan polisi, korban tersebut Benny (45) merupakan warga Desa Tulung Selapan Ulu Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI. Rupanya korban itu harus meregang nyawa akibat dianiaya rekan sesama tahanan yang berada dalam satu kamar.

” Atas peristiwa itu kita telah menetapkan 12 orang tersangka yang diduga kuat melakukan tindak penganiayaan terhadap korban,” jelas Wakapolres OKI Kompol Handoko Sanjaya SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto SH di Mapolres OKI, Selasa (10/8/2021).

BACA JUGA =  'Sijago Merah' Mengamuk di Pasar Bhayangkara PALI, 5 Ruko Ludes Terbakar

Dijelaskan Wakapolres, terjadinya tindak pidana kekerasan itu dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban Benny meninggal dunia.

“Bermula pada Rabu (4/8) sekitar pukul 21.00 WIB, Benny masuk ke dalam ruang tahanan Polres OKI dikarenakan sedang menjalani perkara penyalahgunaan sabu-sabu, yang mana kondisinya dalam keadaan baik dan tak ada bekas penganiayaan,” ujar Wakapolres.

Lalu seluruh tahanan diprovokasi oleh salah seorang pelaku dengan memberitahukan kepada seluruh tahanan bahwa Benny merupakan cepu (informan).

Lalu, lanjut wakapolres, kemudian sebanyak lebih kurang 34 orang tahanan mengelilingi korban Benny, dan secara bergantian masing-masing melakukan kekerasan dengan menggunakan tangan dan kaki.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, Benny dimasukkan ke dalam ruang tahanan nomor 5. Dan setelah di dalam kamar tahanan tersebut, korban diperintahkan untuk naik ke atas trali kamar,” ungkap Wakapolres.

BACA JUGA =  Pelaku Pembacokan Kades Pedamaran VI dan Anaknya Diringkus dari Persembunyian 

Tak hanya itu, ternyata sebanyak 15 penghuni kamar secara bergantian memukul dan menendang tubuh korban dari arah belakang secara berkali-kali.

Selain menggunakan tangan kosong, terang Wakapolres, para tersangka juga manfaatkan alat – alat seperti sikat gigi yang telah diruncingkan, hanger baju yang dipatahkan, wadah bedak dan ikat pinggang untuk memukul bagian tubuh korban.

” Dari penganiayaan tersebut, terdapat beberapa luka-luka di bagian tubuhnya. Mendapati hal itu, petugas jaga sel segera membawa korban ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Wakapolres.

Setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Kayuagung, tepatnya pukul 05.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Lanjut Wakapolres, adanya kejadian tersebut, langsung bergerak cepat dan segera mengamankan 12 orang tersangka dan dimungkinkan pelaku akan bertambah.

BACA JUGA =  Karyawan Gading Cempaka Graha Lakukan Aksi Spontanitas, Tuntut Gaji Belum dibayarkan

“Di hari yang sama kita langsung olah TKP, mengumpulkan barang bukti, pembuatan laporan, permintaan visum jenazah, pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara serta menetapkan tersangka,” beber Wakapolres.

“Para tersangka akan kita kenakan Pasal 170 KUHP karena melakukan perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” tegas Wakapolres.

Terkait jumlah tahanan, sambung Wakapolres, memang ada over kapasitas yang disebabkan situasi pandemi. “Karena ada beberapa tahanan yang seharusnya dilimpahkan ke Kejaksaan atau tahap dua, namun masih dititipkan ke sel Polres OKI,” pungkasnya. (nis/krw)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.